in

306 Jamaah Langsung ke Jeddah

Garuda Carteran Umrah Resmi Terbang dari BIM

Maskapai nasional Garuda Indonesia resmi mengoperasikan layanan penerbangan carteran khusus penumpang umrah di rute Padang-Jeddah pulang-pergi, kemarin. Ini sebagai upaya optimalisasi potensi pasar umrah sekaligus peningkatan layanan kepada pengguna jasa, khususnya di Sumbar dengan menghadirkan penerbangan langsung dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Padangpariaman.

Pelepasan jamaah penerbangan carteran perdana ini dilakukan Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah bersama manajemen Garuda Indonesia diwakili Senior Manager Umrah, Haji Plus dan Workers Marketing and Sales, Refki Riyantori dan Direktur PT Penjuru Wisata Negeri, Riski Kurniawan. 

Sebanyak 306 jamaah umrah dari PT Penjuru Wisata Negeri diangkut dalam penerbangan GA9860 tersebut. Rombongan berangkat dari BIM menuju Jeddah pukul 13.55 dan diperkirakan sampai pukul 19.00 waktu setempat.

Penerbangan carteran umrah langsung dari Sumbar ke Jeddah pergi-pulang tersebut akan dilayani sebanyak 24 kali dalam periode waktu 12 November 2017 hingga 6 Juni 2018 dengan armada Airbus 330-300 berkapasitas 306 kursi. Untuk kenyamanan dan hiburan bagi penumpang selama perjalanan, armada ini dilengkapi inflight entertainment.

“Kami menyambut gembira adanya penerbangan carteran Padang-Jeddah ini. Sebagai maskapai pembawa bendera bangsa sekaligus maskapai bintang 5, penerbangan tersebut akan memberikan kenyamanan dan pelayanan terbaik pada penumpang yang akan umrah,” kata Mahyeldi Ansharullah.

Potensi pasar umrah di Sumbar khususnya Kota Padang cukup besar. “Saat ini mencapai 20 ribu jamaah per tahun (selama periode 8 bulan). Jika dirata-ratakan 3 ribuan jamaah setiap bulan melakukan umrah. Dengan adanya penerbangan langsung ini memberikan keuntungan jamaah, salah satunya efektivitas waktu,” ujar Mahyeldi.

Senior Manager Umrah, Haji Plus dan Workers Marketing and Sales Garuda Indonesia, Refki Riyantori mengatakan layanan penerbangan carteran ini bentuk komitmen perusahaan sebagai maskapai flag carrier negara dengan jumlah umat muslim terbesar. “Kami senantiasa berupaya memberikan kemudahan bagi umat muslim Indonesia melaksanakan perjalanan ke Tanah Suci,” sebut Refki.

Refki berharap penerbangan ini dapat memberikan kemudahan dan kenyamanan masyarakat Sumbar. “Ini akan menghemat waktu dan biaya jamaah umrah,” ungkapnya. Jika berdampak baik dari sisi bisnis, tidak menutup kemungkinan akan ada penerbangan regular atau setiap hari dari Sumbar ke Jeddah.

Direktur PT Penjuru Wisata Negeri, Riski Kurniawan mengatakan kehadiran penerbangan carteran umrah Sumbar ke Jeddah sebagai wujud mimpi sejak lama. Tiga tahun lalu pihaknya bersama agen travel umrah lainnya, pemerintah, maskapai dan Angkasa Pura II membahas hal ini. “Alhamdulillah, hari ini (kemarin, red) dapat terwujud,” ungkapnya.

Banyak keuntungan jamaah umrah dengan penerbangan langsung ini. Pertama, efektivitas waktu. Para jamaah umrah dapat memaksimalkan dengan baik waktu sembilan hari beribadah umrah. “Jika transit, jamaah umrah hanya selama delapan hari berada di Arab Saudi dan dua harinya city tour Jakarta atau Kuala Lumpur,” ucap Riski.

Kedua, fasilitas yang diberikan yakni menginap di hotel bintang 5. “Insya Allah sudah kami siapkan dengan baik. Sehingga jamaah pun dapat dengan tenang dan khusyuk melaksanakan ibadah umrah,” harap Riski. (*)  

LOGIN untuk mengomentari.

What do you think?

Written by Julliana Elora

Mapolres Dharmasraya Dibakar, Polisi Dipanah

Parkir Liar Semakin Marak