in

Argentina vs Peru: Demi Hindari Malu

Entrenador Argentina Jorge Sampaoli berada dalam tekanan besar. Sudah dua matchday kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Conmebol dilalui tanpa kemenangan. Argentina ditahan tanpa gol lawan Uruguay (31/8) dan imbang 1-1 versus Venezuela (5/9). 

Gara-gara hasil itu La Albiceleste belum bisa mengamankan tiket ke Rusia tahun depan. Malah Argentina masih tercecer di posisi kelima klasemen sementara zona Conmebol dengan poin 24 di bawah Brasil (37 poin), Uruguay (27), dan Kolombia (26), dan Peru (24). 

Dengan sisa dua matchday lagi, tak ada lagi kata selain menang buat Argentina. Besok pagi (6/10), Argentina akan menjamu Peru di Stadion La Bombonera pada matchday ke-17. 

Dari laporan La Provincia kemarin (4/10) Sampaoli dalam latihan kemarin terus mengutak-atik skema permainan terbaiknya. Ketidakhadiran penyerang Manchester City Sergio Aguero membuat bekas pelatih timnas Cile itu cukup waswas. 

“Messi mengambil tanggung jawab besar pada dua laga terakhir kami. Dan kenyataannya ketika kami tak bisa mengambil keuntungan dari situasi itu, maka kondisi ini sungguh merisaukan,” tutur Sampaoli. 

Dalam sesi latihan game kemarin, setidaknya ada empat formasi yang diujikan oleh Sampaoli. Yakni 3-4-3 dengan trio lini depan Lionel Messi-Mauro Icardi-Angel Di Maria.

Kemudian 4-2-3-1 dilakukan dua kali dengan kuartet unit serang yang berbeda. Kuartet pertama beranggotakan  Angel Di María, Lionel Messi, Alejandro Gómez, dan Darío Benedetto. Kuartet kedua adalah  Emiliano Rigoni, Lionel Messi, Ángel Di María, dan Darío Benedetto. 

Taktik 4-4-2 pun tak lupa dijajal dengan memasangkan Lionel Messi dengan Dario Benedetto. Terakhir skema 3-3-3-1 dengan empat pemain depan Eduardo Salvio, Lionel Messi, Angel Di María, dan Mauro Icardi.

’Kepanikan’ Sampaoli maupun Argentina dianggap cukup beralasan. Sebab kalau sampai seri apalagi kalah maka jalur lolos ke Piala Dunia 2018 kian suram. Memang Argentina masih punya tabungan satu matchday pamungkas yakni versus Ekuador (11/10), namun bisa-bisa Argentina harus berjuang lewat play-off  buat ke Rusia. 

Dalam situs FIFA kemarin mencatat, Peru sering menjadi lawan pada fase krusial menuju kelolosan Piala Dunia. Yakni pada perjalanan menuju Piala Dunia 1970, 1986, dan 2010.

Dari ketiga laga krusial di kualifikasi Piala Dunia itu, Argentina sekali tergelincir dan gagal lolos ke Piala Dunia. Yakni pada 31 Agustus 1969 di mana Argentina bermain seri 2-2 dan Peru yang lolos ke Piala Dunia di Meksiko.

Sementara itu, pelatih timnas Peru Ricardo Careca cenderung rileks dan melempar beban kepada calon lawannya. Careca bahkan berkata Lionel Messi bukan konsentrasi utama baginya. 

“Kami secara umum tidak akan melakukan penjagaan orang per orang. Kami sudah menganalisa kalau Messi adalah pemain yang tak diperdebatkan lagi luar biasa,” kata Careca kepada ESPN. “Akan tetapi kami tak akan melakukan penjagaan khusus padanya karena secara individu pemain Argentina berada di level di atas kami,” tambah pelatih berusia 59 tahun itu. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

What do you think?

Written by Julliana Elora

Odemwingie Bakal Turun Lawan Borneo FC

Kolombia vs Paraguay: Menang Bisa Leha-leha