

BPS catat Nilai Tukar Petani Sumsel naik pada September 2026
Selasa, 20 Oktober 2026 22:18 WIB

Palembang (ANTARA) – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat indeks Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Sumatera Selatan pada September 2026 naik menjadi 156,67 dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 150,53.
Kepala BPS Sumsel Moh Wahyu Yulianto dalam keterangannya di Palembang, Selasa, mengatakan kenaikan NTP tersebut dipengaruhi peningkatan indeks yang diterima petani (It) sebesar 4,42 persen, lebih tinggi dibandingkan indeks yang dibayar petani (Ib) yang naik 0,32 persen.
“Kenaikan NTP September 2026 dipengaruhi oleh naiknya NTP pada hampir semua subsektor,” katanya.
Kenaikan NTP terjadi pada subsektor tanaman pangan sebesar 0,57 persen, hortikultura 0,95 persen, perkebunan 4,99 persen, peternakan 0,01 persen, dan perikanan tangkap 0,04 persen.
Sementara itu, NTP subsektor perikanan mengalami penurunan sebesar 0,21 persen dan perikanan budi daya turun 0,61 persen.
BPS mencatat sejumlah komoditas yang menjadi penyumbang utama kenaikan indeks yang diterima petani pada September 2026, antara lain karet, kelapa sawit, gabah, cabai merah, ayam ras pedaging, kakao atau biji cokelat, ketela pohon, lada, pepaya, dan jagung.
Selain itu, BPS mencatat Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) Sumsel pada September 2026 naik 0,37 persen, dari 131,86 menjadi 132,34.
Kenaikan tersebut dipengaruhi peningkatan indeks pada sebagian besar kelompok pengeluaran, terutama makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,50 persen serta transportasi sebesar 0,53 persen.
Kelompok lainnya yang mengalami kenaikan meliputi pakaian dan alas kaki sebesar 0,04 persen, perlengkapan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,06 persen, kesehatan 0,37 persen, informasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,04 persen, rekreasi, olahraga dan budaya 0,12 persen, serta penyediaan makanan dan minuman atau restoran 0,08 persen.
Sebaliknya, kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga turun 0,03 persen, sedangkan perawatan pribadi dan jasa lainnya turun 0,31 persen.
BPS juga mencatat Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Sumsel pada September 2026 sebesar 156,34 atau naik 4,28 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Kenaikan NTUP tersebut terjadi karena indeks yang diterima petani meningkat 4,42 persen, sedangkan indeks biaya produksi dan penambahan barang modal (BPPBM) hanya naik 0,13 persen.
Berdasarkan subsektornya, NTUP mengalami kenaikan pada tanaman pangan sebesar 0,57 persen, hortikultura 1,21 persen, perkebunan 5,26 persen, peternakan 0,13 persen, dan perikanan tangkap 0,09 persen.
Adapun NTUP subsektor perikanan turun 0,17 persen dan perikanan budi daya turun 0,57 persen.
Pewarta: Ahmad Rafli Baiduri
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026