in

Daya tarik “Jailangkung” di mata sutradara Kimo Stamboel

Jakarta (ANTARA) – Sutradara Kimo Stamboel menjadi sosok di balik film “Jailangkung 3”, dia mengungkapkan alasannya melanjutkan cerita boneka Jailangkung yang membuat penonton bergidik.

“Di Indonesia, daya tarik boneka Jailangkung masih ada karena ini permainan ritual asli Indonesia. Film tentang boneka Jailangkung sudah ada dari dulu dan cukup sukses. Untuk kembali memfilmkannya, maka harus dikemas berbeda dan memiliki ujung cerita menarik. Film ‘Jailangkung 3’ dibuat kekinian dengan nuansa yang lebih gelap,” kata Kimo dalam siaran resmi, Rabu.

Berangkat dari sebuah cerita rakyat yang sudah melegenda, Kimo bersama Rinaldy Puspoyo menulis skenario “Jailangkung 3”.

Film ini berkisah tentang teror supranaturnal berpusat pada sebuah keluarga. Perjalanan liburan keluarga kecil ini ke luar kota menjadi petaka.

Anak paling kecil bernama Kinan (Muzakki Ramdhan), tiba-tiba secara misterius menghilang tanpa jejak saat matahari terbenam. Keluarga kecil tersebut putus asa untuk mencari sang anak yang hilang misterius di daerah asing. Tidak ada jejak, hanya sebuah boneka Jailangkung yang mereka temukan di tengah-tengah pencarian mereka.

Syifa Hadju di film “Jailangkung 3” (HO)

Kisah keluarga yang diangkat terdiri dari karakter bernama Adrian (Dwi Sasono) bersama istrinya Sandra (Titi Kamal) dan dua anak mereka Niki (Syifa Hadju) dan Kinan (Muzakki Ramdhan).

Bagi Titi, “Jailangkung 3” adalah film horor kedua sepanjang kariernya. Ia memerankan karakter Sandra, seorang istri dan ibu yang harus berjibaku menyelamatkan keluarga kecilnya dari petaka mistis.

“Begitu baca skenarionya, aku merasa harus ikutan film ‘Jailangkung 3’ karena jalan ceritanya menarik. Ini juga pertama kali aku diarahkan Kimo. Film mas Kimo seperti ‘Ratu Ilmu Hitam’, aku suka banget. Aku jadi ingin tahu bagaimana proses kerjasama dengan Kimo dan pemain lainnya Syifa, Dwi dan Muzakki,” ungkap Titi.

Bermain di film garapan Kimo menjadi hal yang tidak terlupakan bagi Syifa Hadju yang berperan sebagai anak tertua Adrian dan Sandra.

“Bisa dibilang ‘Jailangkung’ film semi action bagi aku. Selama masa preparation, aku harus ikut kelas workshop karena di film ini ada adegan-adegan yang cukup rumit mengingat karakter Niki itu adventurous banget, berkelana kemana-mana jadi secara fisik aku harus siap,” kata Syifa.

Baca juga: Kimo Stamboel sutradarai film horor “Jailangkung 3”

Baca juga: Lima film Indonesia terlaris sepanjang 2017

Baca juga: Lima film Indonesia yang didaur ulang tahun 2017

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2020

What do you think?

Written by Julliana Elora

Rangkap Jabatan di BUMN Terkuak, SAS Institute: Ini Momentum Bersih-bersih BUMN

Laudya Cynthia Bella ambil hikmah dari pernikahannya yang kandas