in

Di Tinggalkan atau Meninggalkan Seseorang ?

Percaya atau tidak , ternyata ditinggal seseorang pergi itu lebih berat rasanya di banding meninggalkan seseorang looooh …

Pasti anda pernah dihadapkan dengan kondisi seperti ini bukan ? Sebetulnya kondisi seperti ini sangat erat hubungan nya dengan kehidupan kita. Dimana setiap manusia hidup pasti akan berhungan dengan manusia lainnya dalam hidup nya.

Ini bukanlah perkara yang sulit di pecahkan, namun sesuatu yang terkadang mengganjal di hati kita. Apa yang sedang hati rasakan tidak bisa dilihat oleh mata telanjang bukan ? Jadi kita tidak bisa melihat hati seseorang dari fisik yang kita lihat. Namun kita harus menjaga hati itu agar tidak terluka . Bagaimana cara nya ? Cara nya adalah kita harus mengetahui kapan sebuah hati itu bisa terluka dan bagaimana caranya agar tidak membuat hati terluka . Baik hati anda sendiri maupun hati orang lain.

Berbicara hati memang tidak akan ada akhirnya. Karena selama kita hidup, hati akan selalu bersama kita. Kecuali jika kita berhadapan dengan seseorang yang kita tidak suka atau seseorang yang kita benci pasti kita akan berkata “dasar … hati nya dimana sih ?!!!”. 

Wah, siapa sering yang berkata seperti ini ? Sebetulnya hati nya mereka ada dalam dirinya sendiri, namun terkadang hati seseorang itu bisa berbeda-beda bagaimana kita menyikapinya. Jika kita menyikapi persoalan di atas dengan sikap yang positif , mungkin terasa akan lebih ringan bukan ? Daripada kita harus ngedumel menyalahkan sedang berada dimana hati mereka. Hehehe

Mari kita kembali ke topik sebelumnya tentang permasalahan hati mana yang lebih merasakan sakit diantara seseorang yang ditinggal pergi atau meninggalkan seseorang ? Itu pertanyaan yang harus anda jawab dalam hati anda. Apa yang hati anda rasakan jika kondisi tersebut harus terjadi dalam hidup kita ?

Suatu contoh dalam ruang lingkup keluarga, anda dihadapkan dengan kondisi dimana anda harus pergi dari rumah untuk berbagai tujuan , karena untuk bersekolah , bekerja atau tujuan penting lainnya. Saat itu anda berpamitan kepada seseorang , contoh kepada orang tua. Awalnya anda merasa berat untuk melangkahkan kaki meninggalkan mereka, namun bila anda mempunyai niat dan tekad yang bulat maka akhirnya anda akan melangkahkan kaki untuk meninggalkan mereka.

Lalu apa yang dirasakan seseorang yang kita tinggalkan? Mari kita ganti dengan sudut perasaan seseorang yang kita tinggalkan …

Misal anda adalah seorang mahasiswa yang akan pergi meninggalkan rumah untuk berkuliah di luar kota/negeri. Suatu hari Ibu atau ayah anda berkunjung ke kota dimana anda berkuliah , dan ketika saatnya mereka harus pulang atau kembali ke kampung halaman , maka apa yang anda rasakan ? Anda merasa lebih berat untuk merelakan kepergian mereka dibanding ketika saat anda melangkahkan kaki untuk pergi dari mereka bukan ? Kita akan merasa sedih ketika mereka hendak akan pulang , dengan begitu hati kita akan merasakan kesepian dan susah merelakan kepergian mereka . Hal Itu akan terasa lebih menyakitkan untuk hati kita bukan ? 

Masih belum yakin ???

Mari coba kita bayangkan , misal anda mempunyai seorang kekasih , ia berkata bahwa ia akan pergi suatu tempat yang ia akan tuju . Misal ia harus pergi untuk urusan pekerjaan atau urusan lainnya ke luar kota/negeri untuk sementara waktu atau ia pergi untuk selamanya ? wow … Pasti perasaan anda lebih tercabik-cabik dibandingkan dengan dia yang meninggalkan anda . Mungkin ia akan berkata bahwa ia juga sangat berat untuk meningalkan anda, namun jujurlah pada diri anda sendiri bahwa anda sedikit susah melepaskan ia yang akan pergi bukan ? Karena orang yang di tinggal itu akan terasa lebih menyakitkan. Sehingga beberapa orang beranggapan bahwa ia lebih memilih meninggalkan seseorang, daripada ia harus melihat seseorang itu pergi . 

Dunia ini tidak memberi perintah kepada kita untuk meninggalkan atau ditinggal seseorang pergi. Semua itu kita yang memutuskannya .

Bagaimana dengan anda ? Apakah anda lebih memutuskan untuk meninggalkan atau ditinggal seseorang ? Mana yang membuat hati anda sakit jika anda dihadapkan dengan dua kondisi seperti itu ?

Jika jawaban anda adalah lebih baik untuk meninggalkan seseorang, maka yang harus anda lakukan terutama jika itu adalah orangtua anda adalah berikan ketenangan kepada mereka dan katakan bahwa anda akan pergi untuk sementara waktu. Namun lain hal nya jika kita akan meninggalkan pacar yang akan kita jadikan ia sebagai mantan kekasih huhuhu sedih rasanya , mungkin kita akan berkata bahwa kepergian kita adalah untuk selamanya !!! Eitss jangan sampai hal yang di maksud ini adalah berujung kematian ya !!! Mungkin maksud dari perkataan itu adalah bahwa anda akan pergi selamanya untuk dia karena mungkin anda sudah tidak ingin bertemu dengan nya bukan ? Sungguh kita bisa mengungkapkan kata kepergian itu dalam berbagai versi dan tujuan .

Dan jangan lupa latakan juga kepada mereka yang kita tinggal terutama jika mereka adalah orang tua kita bahwa anda pasti akan cepat pulang, karena rumah anda adalah bersama mereka. Dengan begitu kita akan membuat mereka tenang ,dan hati nya tidak akan berat untuk mengikhlaskan kita sebagai anak nya untuk pergi .

Karena, ditinggal itu lebih terasa lebih menyakitkan dibanding meninggalkan seseorang ...

Namun, jika anda lebih memilih untuk ditinggal seseorang. Maka yang harus anda lakukan adalah merelakan orang itu pergi dengan tujuannya. Karena manusia hidup tidak bisa selamanya bersama-sama dengan kita di setiap waktu. Ada saat nya mereka melakukan apa yang menjadi tujuan dalam hidup mereka. Karena disetiap pertemuan pasti ada perpisahan. Seperti yang sering kita dengar bahwa di setiap kata “hello” pasti ada kata “good bye”. Jadi ikhlaskan dalam hati bahwa itu yang terbaik untuk mereka dan jangan lupa doakan mereka agar senantiasa mereka selalu diberikan kesalamatan di setiap langkahnya. 

 

Sumber gambar : google.com

kamu juga bisa menulis karyamu di vebma,dibaca jutaan pengunjung,dan bisa menghasilkan juta rupiah setiap bulannya,

What do you think?

Written by Julliana Elora

BERITAPAGI – Rabu, 15 November 2017

Deddy Corbuzier Jajal Nyanyi di “Soundtrack” Film Animasi