in

Febri Diansyah, Aktivis Paling Berpengaruh Jadi Jubir KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melantik Febri Diansyah sebagai juru bicara baru Selasa pagi ini (6/12) pukul 09.00 WIB. Pelantikan Febri berarti secara resmi menggantikan kursi kosong juru bicara yang sudah lama ditinggalkan Johan Budi Sapto Pribowo. “Iya pagi ini (dilantik),” ujar Pelaksana Harian (Plh) Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati, dilansir dari CNN Indonesia. Sebuah proses panjang lantaran posisi strategis itu dibiarkan kosong selama lebih dari dua tahun.

Sebagai lembaga yang pernah memberikan penghargaan kepada Febri, Charta Politika menanggapi positif pelantikan Febri. Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya mengatakan, penghargaan Charta Politika Award III salah satunya diberikan kepada Febri dengan kategori pengamat/atitivis paling berpengaruh tahun 2011. “Febri adalah tokoh paling berpengaruh di bidang media massa. Dia berada di urutan pertama hasil analisis media monitoring kami,” kata Yunarto, Selasa (6/12).

Dalam Award itu, nama Febri mencuat di urutan teratas mengalahkan pengamat politik Burhanuddin Muhtadi dan Ray Rangkuti. Bagi Charta Politika, sangat mengejutkan bahwa aktivis antikorupsi bisa mengalahkan pengamat politik yang sebenarnya memiliki sebaran isu yang lebih banyak. “Tetapi pelantikan Febri sebagai Juru Bicara KPK tidak mengagetkan karena tingkat kematangan berpikir dan artikulasi Febri sangat baik meskipun usianya masih muda,” tutur Yunarto.

Butuh waktu lebih dari dua tahun untuk KPK sebelum melantik Febri, kata Yunarto, terjadi lantaran situasi lembaga pimpinan Agus Raharjo itu mengalami masa-masa sulit. Pengunduran diri Johan 23 Desember 2015 membuat KPK yang selama ini bergantung pada dirinya agak sulit menentukan pilihan. Apalagi, Johan adalah Jubir pertama KPK. Namun pemilihan Febri dianggap tepat lantaran dianggap memiliki kesamaan dengan Johan.

“Apalagi sebelumnya, KPK punya Jubir sekaliber Johan Budi yang disenangi media, memiliki trust publik. Kalau penggantinya kelasnya kalah di bawah Johan, otomatis berpengaruh ke branding KPK, apalagi publik enggak hapal nama-nama pimpinan,” ujarnya. Yunarto berpendapat, setelah ditempa tiga tahun di KPK—sejak bergabung di lembaga antikorupsi itu tahun 2013—pemilihan Febri menggantikan Johan diperkirakan mendapat sorotan positif. Hal ini karena Febri telah dikenal luas oleh publik dan memiliki rekam jejak yang baik.

Dalam Charta Politika Awards 2012, lembaga riset itu memberikan penghargaan kepada sejumlah tokoh yang dianggap berpengaruh. Mereka digolongkan dalam enam kategori, pimpinan kementerian/lembaga pemerintah, kategori politikus partai koalisi pemerintah, politikus partai oposan, kepala daerah, pengamat/aktivis, dan lifetime achievement.

LOGIN untuk mengomentari.

What do you think?

Written by virgo

Dakwaan Dahlan dan BAP Saksi Bertentangan

Direktur Irigasi Kagumi Kinerja Bupati