in

Gapoktan Binaan BI Luncurkan Beras Organik Di Sergai

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) BI Provinsi Sumatera Utara Arief Budi Santoso (kanan) menyerahkan beras organik kepada Bupati Sergai Soekirman di Desa Pematang Setrak, Kecamatan Teluk Mengkudu, Sergai Kamis (18/1). (Berita Sore/Hj Laswie Wakid )

MEDAN (Berita): Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sri Karya yang merupakan klaster binaan Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan (KPw) Provinsi Sumatera Utara sejak tahun 2012 meluncurkan beras organik dalam kemasan modern 2,5 kg di Desa Pematang Setrak, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Sergai Kamis (18/1) siang.

Acara itu dihadiri Bupati Sergai Soekirman, Kepala Kantor Perwakilan (KPw) BI Provinsi Sumatera Utara Arief Budi Santoso, Champion Klaster Gapoktan Sri Karya Desa Pematang Setrak, Sergai Parlan Sibarani, Ketua Gapoktan Sri Karya Samidi dan Muspika Kecamatan Teluk Mengkudu dan para petani, penyuluh pertanian di daerah itu.

Kepala KPw BI Sumut Arief Budi Santoso mengatakan petani yang tergabung dalam Gapoktan Sri Karya sudah lama menghasilkan beras organik, namun baru kali ini yang dikemas dalam kemasan modern dan masuk pasar modern kerjasama dengan retail besar Yuki.

BI sejak tahun 2012 membuat klaster dengan Gapoktan Sri Karya dan mendampingi petani di sana sekaligus memberikan bantuan berupa alat-alat pertanian. BI ikut mendukung produksi tanaman pangan yang berdampak ke daerah, utamanya beras. BI dalam kerjasama membuat klaster yang menekankan kepada penguatan kelembagaan dan produksi pertanian, tanaman padi dari 5,4 ton per hektar menjadi 7,5 ton per hektar. Juga pendekatan kesejahteraan petani, bagaimana ke depan petani bisa menghasilkan tanaman organik yang nilai jualnya tinggi.

Di Desa Pematang Setrak ini, jelas Arief, tanaman padi organik terus mengalami peningkatan dari 8 hektar kini menjadi 19 hektar sehingga sertifikat organik diperoleh petani tahun 2016.

Arief menyebut pendampingan terhadap Gapoktan Sri Karya sudah cukup karena dianggap mandiri sehingga BI melepasnya (pashing out). Namun BI tetap memantaunya. BI sebenarnya hanya mendampingi maksimal hanya tiga tahun saja.

Arief menambahkan tahun 2018 ini, kalau ada komoditas Sergai yang bisa didampingi maka BI bersedia untuk ikut membantu perekonomian kabupaten itu. “BI ingin menjadikan petani mandiri dengan pemasaran terbuka,” katanya.

Saat ini ada beberapa klaster yang dibina BI seperti cabai merah di Deliserdang dan Local Economic Development di Langkat. Yang dijadikan klaster, utamanya komoditas pangan unggulan darah, pemberdayaan wanita dan komoditas ekspor.

Bupati Sergai Soekirman mengatakan bantuan BI ini sangat membantu mewujudkan Sergai menjadi kabupaten unggul, inovatif dan berklelanjutan, ini sesuai dengan visi, misi Sergai.

Soekirman mengatakan beras organik yang dikemas modern dengan brand “Sri Wangi” ini telah diberi sertifikat organik. Untuk mendapatkan sertifikat itu tidak mudah, jadi merupakan kebanggaan bagi Sergai mendapatkannya.

Soekirman berharap walaupun klaster sudah lepas dari binaan BI, namun hendaknya BI juga dapat memantaunya. “Hubungan BI dan Sergai tetap berkelanjutan,” katanya yang berharap daerah bisa meniru Desa Pematang Setrak.

Champion Klaster Gapoktan Sri Karya Parlan Sibarani mengatakan dalam pembinaan terhadap petani yang tergabung dalam Gapoktan, BI banyak membantu antara lain alat-alat pertanian, rumah singgah, rumah kaca, pelatihan, alat pemisah beras,  pupuk kompos, traktor, alat pencacah pupuk organik, kereta sorong dan banyak lagi. Bahkan kemasan beras organik dengan brand “Sri Wangi” juga atas bantuan BI.

Juga diberi alat pemisah beras, vakum dn kemasan ber brand Sri Wangi. Beras kemasan itu dijual Rp15.000 per kg, dalam satu kemasan 2,5 kg seharga Rp 37.500. Gapoktan kerjasama dengan Yuki Supermarket dan dijual di sana dengan harga sama. (wie)

What do you think?

Written by Julliana Elora

Fahri Hamzah: Sebut Indonesia -Vietnam Dua Negeri Yang Akrab

Konsentrasi pada Studi Agama Islam, Menristekdikti: UIII Ditujukan Untuk Seluruh Dunia