in

Grab keberatan terhadap revisi peraturan menteri perhubungan

Jakarta (Antarasumsel.com) – Managing Director Grab Indonesia, Ridzki
Kramadibrata, mengungkapkan tiga hal dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 32/2016 yang menurut dia dapat membawa Indonesia melangkah
mundur.

1. Penetapan tarif atas dan tarif bawah. 

Grab percaya mekanisme
penetapan tarif yang fleksibel yang berdasarkan pada kebutuhan pasar
merupakan pendekatan yang paling efisien.

“Intervensi yang dilakukan pemerintah dalam hal penetapan harga akan
memaksa pelanggan untuk membayar lebih dari yang mereka butuhkan,” ujar
Kramadibrata, dalam temu media di Kantor Grab Indonesia, di Jakarta,
Jumat.

“Sebaliknya, mitra yang mendapatkan penghasilan lebih karena hal ini
dibatasi pasar yang menjadi terganggu yang pada akhirnya mitra yang
dirugikan,” sambung dia.

2. Kuota kendaraan. 

Grab khawatir akan usulan penetapan kuota
kendaraan untuk transportasi publik akan berdampak pada terbatasnya
akses masyarakat untuk menikmati layanan seperti layanan Grab.

“Kemajuan terhambat, lebih dari itu proses birokrasi yang bertumpuk tidak bisa membaca kebutuhan pertumbuhan,” kata dia.

“Bagaimana transportasi online termasuk Grab berkembang bayangkan ini
dibatasi akan sulit. Kelangsungan mitra kami akan bisa terancam termasuk keluarga mitra pengemudi kami,” lanjut dia.

Kramadibrata melihat pembatasan itu secara tidak lamgsung akan menguntungkan pelaku usaha transportasi konvensional.

3. Balik nama STNK. 

Poin revisi yang ditawarkan mewajibkan mitra
pengemudi Grab untuk memindahkan hal milik Surat Tanda Nomor Kendaraan
atas nama badan hukum (PT/Koperasi).

Grab khawatir poin ini mengecewakan bagi mutra pengemudi yang akan
merampas kesempatan mereka untuk memiliki mobil sendiri dan memberikan
hak atas aset pribadi mereka ke pihak koperasi.

“Di praktek sebelumnya, perusahaan di atas pengemudi dengan model bisnis berubah pengemudi yang memegang kendali. Poin ini bertentangan dengan
prinsip ekonomi kerakyatan,” ujar dia.

“Sebaliknya, dengan revisi ini praktek usang yang tidak relevan akan
kembali yang kami haraokan bisa menjalankan telnologi terbaru dengan
inovasi,” sambung dia.

Ridzki mengatakan bahwa Grab bersama dua perusahaan transportasi online
lain akan melakukan penandatanganan deklarasi mengangkat masalah tiga
hal itu.

“Kami sepakat memohon waktu sembilan bulan. Kami mengestimasikan ratusan ribu pengendara beserta keluarga akan tedampak dari keputusan ini,”
kata dia.

Editor: Ujang

COPYRIGHT © ANTARA 2017

What do you think?

Written by virgo

Limapuluh Kota rugi Rp232,932 miliar akibat bencana

Christine Hakim Totalitas Perankan Ibu Kandung Kartini