in

Guru Penggerak Itu Guru Covid-19?

Fitriany F Adiana Gustariny, S.Pd
Guru Ekonomi SMAN 2 Rambatan

Tiga tahun terakhir ini, dunia telah dihebohkan oleh Covid-19. Siapapun yang mendengar kata yang satu ini akan merasa cemas. Covid-19 adalah nama resmi yang diberikan oleh Word Health Organization (WHO) untuk penyakit Coronavirus 2019.

Covid-19 itu berasal dari CO adalah singkatan dari Corona, VI adalah singkatan dari Virus, dan D untuk Disease (penyakit), sedangkan 19 untuk wabah pertama kali diidentifikasi yaitu Desember 2019. Itulah sekelumit Covid-19 menurut ilmu medis.

Namun, kali ini saya tidak berbicara tentang penyakit ganas tersebut. Ada hal lain tentang Covid-19 yang ingin saya kemukakan, yaitu terkait guru penggerak. Guru Penggerak itu adalah Guru Covid-19.

Covid-19 yang dimaksud di sini adalah singkatan dari Cerdas, Obsesif, Visioner, Intuitif, dan Dedikatif. Angka 1 melambangkan “Tauhid”, dan angka 9 melambangkan angka tertinggi atau kesuksesan. Seorang guru penggerak harus memiliki kriteria Covid-19 tersebut di atas. Alasan lebih rinci akan saya perjelas di bawah ini.

Cerdas. Cerdas adalah syarat pertama dan utama harus dimiliki guru penggerak. Berkat kecerdasannya guru penggerak dapat melaksanakan hal yang lainnya secara baik, tepat, dan berkualitas.

Menurut KBBI bahwa cerdas itu berarti sempurna perkembangan akal budinya (untuk berpikir, mengerti, dan sebagainya); tajam pikiran. Guru cerdas memiliki tiga kemampuan kecerdasan. Pertama, kecerdasan emosional dalam hal kepedulian antarsesama manusia, makhluk lain, dan alam sekitar.

Kedua, kecerdasan intelektual yang menuntut otak, hati, jasmani dan pengaktifan manusia untuk berinteraksi secara fungsional dengan yang lain. Ketiga, kecerdasan spiritual yang berkenaan dengan hati dan kepedulian sesama manusia, mahkluk lain, dan alam sekitar berdasarkan keyakinan akan adanya Tuhan Yang Maha Esa.

Guru cerdas adalah guru yang memiliki kemampuan memanipulasi unsur-unsur kondisi yang dihadapi untuk sukses mencapai tujuan. Guru cerdas senantiasa aktif, dinamis, analitis, objektif, aspiratif, kreatif, inovatif, antisipatif, berpikiran terbuka, maju, terarah, serta mencari Solusi

Guru cerdas itu banyak akal, mampu mengadakan yang tidak ada menjadi ada, mengubah tidak bisa menjadi bisa, mengubah orang yang tidak mau bergerak menjadi bergerak, mengubah orang yang berpandangan negatif menjadi positif. Guru cerdas berusaha membiasakan perilaku yang baik dengan memberikan contoh dan tindakan nyata di mana pun ia berada.

Guru cerdas memiliki kemampuan bekerjasama dan mengajak orang lain bekerjasama. Guru cerdas itu kreatif dan inovatif memanfaat sumber daya yang ada di lingkungan sekitar, serta mampu mendayagunakan kelebihan dan kekurangan orang lain menjadi Sumber Daya Manusia yang optimal.

Guru cerdas itu tidak menyalahkan orang lain, tidak berpandangan sempit, tetapi bijaksana dalam menyikapi setiap keadaan dengan pemikiran objektif dan terbuka. Guru cerdas itu memberikan kritikan disertai solusi dan tindakan antisipasi.

Obsesif. Obsesif artinya bersifat obsesi, obsesi yang positif. Guru obsesif adalah guru yang tidak mudah mengikuti arus, ia tidak mau menjadi orang yang biasa-biasa saja, dan ia melakukan sesuatu yang orang lain yakin tidak sanggup melakukannya.

Visioner. Visioner artinya kemampuan melihat ke depan. Guru visioner adalah guru yang mempunyai kemampuan untuk melihat ke depan, melebihi penglihatan orang lain. Guru visioner ketika ditanya tentang rencana-rencananya menjawab dengan yakin, jelas dan tegas.

“Saya telah menyusun program dan telah mulai melaksanakan program tersebut”. Sedangkan guru yang tidak visioner menjawab dengan intonasi lemah dan jawaban ragu-ragu, “belum tahu”, “entahlah”, atau “lihat saja nanti”.

Intuitif. Intuitif artinya bersifat intuisi atau getaran hati (jiwa) tentang sesuatu. Guru intuitif adalah guru yang memiliki getaran hati dalam merasakan ada sesuatu. Guru intuitif memiliki kemampuan akal sehat dan perasaan sehat tentang sesuatu hal.

Dedikatif. Dedikatif artinya bersifat dedikasi atau pengabdian. Guru dedikatif adalah guru yang bersedia mengorbankan tenaga, pikiran, dan waktu demi kerberhasilan suatu usaha yang mempunyai tujuan mulia. Guru dedikatif adalah guru yang tidak pernah menyusahkan orang dan guru yang senantiasa siap menjalankan program.

Angka 19. Dirilis dari www.teropongsenayan.com bahwa angka 19 terdiri dari angka 1 dan 9. Angka 1 menunjukkan “Tauhid”, sementara 9 adalah angka tertinggi, atau angka maksimal.

Guru 19 adalah guru yang memiliki niat dan semangat “Tauhid” dalam meraih kesuksesan. Setiap perasaan, pikiran, dan tindakannya semata-mata karena mencari ridha Allah SWT dalam meraih kemuliaan di dunia dan di akhirat.

Sebagai penutup, Covid-19 penyakit menular menyebar secara global. Penularannya melalui kontak dekat, menyentuh permukaan yang terkontaminasi, atau ketika berbicara dengan si pembawa virus tersebut.

Demikian juga Guru Penggerak, Guru Covid-19, pergerakannya menular kepada orang yang berada di sekitarnya, orang yang menyentuhnya, dan orang yang mendengar pembicaraannya.

Setiap orang yang pernah berhubungan langsung ataupun tidak langsung akan tertular Guru Penggerak, Guru Covid-19. Penularannya berlangsung terus selama mata rantainya tidak terputus. Tetaplah menularkan Guru Penggerak, Guru Covid-19 kepada orang lain.(***)

What do you think?

Written by Julliana Elora

Air Terjun Kulukubuk Mentawai, Kolaborasikan Wisata Alam dan Budaya

Galang Donasi, PUK PT PICID Serahkan Bantuan ke Cianjur