in

Kasus perkosaan paling banyak ditangani WCC Palembang

Palembang (ANTARA) – Aktivis pusat pembelaan hak-hak perempuan “Women`s Crisis Centre (WCC)” Palembang, Sumatera Selatan, menyatakan kasus pemerkosaan merupakan kasus yang paling banyak ditangani dalam beberapa tahun terakhir.

Selain kasus perkosaan, kekerasan seksual lainnya yang cukup banyak ditangani seperti Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan Kekerasan Dalam Pacaran (KDP), kata Direktur Eksekutif WCC Palembang, Yeni Roslaini Izi di Palembang, Selasa.

Dia menjelaskan berdasarkan data sepanjang tahun 2020, Divisi Pendampingan WCC Palembang telah melakukan pendampingan sebanyak 113 kasus.

“Berdasarkan data tersebut, kasus kekerasan seksual berupa perkosaan, pelecehan seksual, eksploitasi seksual dan intimidasi/serangan bernuansa seksual paling banyak didampingi aktivis WCC Palembang atau sekitar 40,71 persen dari 113 kasus yang ditangani,” ujarnya.

Melihat tingginya kasus pemerkosaan di daerah ini, pihaknya meminta kepada jajaran Polda Sumsel untuk menangani kasus pemerkosaan secara serius dan menjerat pelakunya dengan hukuman seberat-beratnya untuk memberikan efek jera.

Dengan tindakan tegas dan hukman berat diharapkan dapat meminimalkan kasus pemerkosaan dan tindak kejahatan terhadap perempuan lainnya, katanya.

Untuk membantu korban tindak kekerasan terhadap perempuan itu, pihaknya menyiapkan tim pendampingan membawa kasus tersebut ke jalur hukum dan mengobati traumanya.

Korban atau masyarakat yang memiliki keluarga mengalami tindak kekerasan terhadap perempuan itu dapat menghubungi pihaknya jika membutuhkan pendampingan, kata Yeni.

What do you think?

Written by Julliana Elora

Perpani Aceh batal datangkan pelatih asal Iran

Hotel Duta gelar undian berhadiah mobil, genjot tingkat hunian