in

Kemudahan Akses Listrik Perkuat Daya Saing Industri

Ketersediaan energi listrik yang memadai dan andal akan memberikan multiplier effect luar biasa, termasuk dalam mendorong daya saing industri.

JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) optimistis investasi di Indonesia akan semakin meningkat menyusul kenaikan peringkat kemudahan akses listrik atau getting electricity yang cukup signifikan dalam lima tahun terakhir.

Di sisi lain, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berpendapat, selain mendukung daya saing industri dan minat investasi, penyediaan energi listrik juga mendorong tumbuhnya industri komponen ketenagalistrikan di dalam negeri sehingga hingga membuka lebih banyak lapangan kerja.

Berdasarkan hasil pemeringkatan kemudahan akses listrik oleh Bank Dunia, Indonesia berhasil naik ke peringkat 33 pada 2020. Sebelumnya, Indonesia hanya menempati posisi 75 pada 2015. Dengan hasil ini, masyarakat semakin mudah mendapatkan akses listrik.

“Ini jadi salah satu indikator dalam memperbaiki iklim berbisnis di Indonesia,” kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM, Agung Pribadi, di Jakarta, Senin (16/11).

Menurut Agung, keberhasilan menggenjot peringkat getting electricity dilakukan melalui berbagai usaha, yaitu memastikan pasokan listrik yang andal dan terjangkau, mendorong inovasi serta memastikan layanan konsumen menjadi prioritas utama.

Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PT PLN (Persero), Bob Saril, menegaskan ketersediaan pasokan tak lepas dari pembangunan infrastruktur oleh PLN. Di sisi pembangkit, hingga September 2020, kapasitasnya mencapai 63,3 gigawatt (GW), meningkat sekitar 7,8 GW sejak 2015.

“Dengan adanya penambahan infrastruktur ini tentu membuat ketersediaan pasokan listrik dan keandalannya meningkat. Listrik tak hanya tersedia di Jawa dan pusat kota, tetapi di seluruh Indonesia, sampai ke pelosok desa,” tutur Bob.

PLN juga melakukan pembangunan gardu induk (GI) dan jaringan transmisi. Untuk GI, pada 2015 terdapat 1.499 buah dengan total kapasitas sebesar 92 ribu megavolt ampere (MVA). Jumlah tersebut meningkat menjadi 2.161 buah pada September 2020 dengan total kapasitas mencapai 146 ribu MVA. Terdapat penambahan 662 buah dengan total kapasitas meningkat sekitar 54 ribu MVA.

Di sisi jaringan transmisi, panjang jaringan per September 2020 mencapai 60 ribu kilometer sirkuit (kms), meningkat dibandingkan pada 2015 sepanjang 41 ribu kms. Di sisi layanan, penyambungan baru atau tambah daya dengan Sertifikat Laik Operasi (SLO) kini bisa dilakukan satu pintu.

Sebelumnya, penyambungan baru dilakukan secara terpisah karena yang mengeluarkan SLO adalah Lembaga Inspeksi Teknik Tenaga Listrik. Melalui semangat transformasi, dalam waktu dekat, PLN juga akan meluncurkan New PLN Mobile, aplikasi layanan terintegrasi bagi pelanggan dari PLN.

Seperti diketahui, pemerintah terus mengejar target rasio elektrifikasi sebesar 100 persen pada akhir 2020. Saat ini masih terdapat sekitar 400 desa di wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) belum teraliri listrik. Sementara itu, rasio elektrifikasi nasional mencapai 99,09 persen di semester I tahun 2020.

Efek Berganda

Sektor industri sangat berkepentingan dengan akses ketenagalistrikan ini. Industri manufaktur merupakan sektor pengguna energi terbesar kedua setelah transportasi. Terlebih lagi, untuk mempercepat implementasi industri 4.0, energi listrik sangat diperlukan dalam penyiapan infrastruktur dan platform digital, termasuk bagi kawasan industri.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (Dirjen ILMATE) Kemenperin, Taufiek Bawazier, menambahkan ketersediaan energi listrik yang memadai dan andal akan memberikan multiplier effect atau efek berganda yang luar biasa termasuk dalam mendorong daya saing industri.

“Tidak hanya mendukung daya saing industri dan menarik minat investasi, penyediaan energi listrik juga mendorong tumbuhnya industri komponen ketenagalistrikan di dalam negeri, hingga membuka lebih banyak lapangan kerja,” pungkas Taufiek. ers/E-10

What do you think?

Written by Julliana Elora

Nasrul Abit Pastikan Jatah Pupuk Sumbar tidak Lari ke Luar Daerah

Tersangka Masih Diuber, Sebelumnya Buntuti Istri