in ,

Launching SKI Banyuasin Ruang Belajar dan Penguatan Keluarga

Banyuasin, BP- DPD PKS Banyuasin meluncurkan program unggulan yakni Sekolah Keluarga Indonesia, sebuah program dari Bidang Perempuan dan Keluarga (Bipeka) DPD PKS Banyuasin yang diyakini dapat menjadi solusi dari berbagai persoalan yang dialami oleh keluarga-keluarga di wilayah Banyuasin.

Acara ini dihadiri unsur DPTD PKS Banyuasin, diantaranya Ketua DPD, H. Samsul Rizal, S.P., Sekretaris DPD, Yuliadi,, S.P., Bendahara DPD, Mahdalena, dan Ketua BKAP, Yusmanelli, serta jajaran ketua bidang di lingkungan DPD PKS Banyuasin.

Selain itu, hadir Ketua Bipeka DPW PKS Sumsel, Penny Erika Widyastuty, kemudian hadir pula anggota DPRD Banyuasin fraksi PKS diantaranya, Fahmiwati, Sucipto, dan Rayhan Handoko.

Ketua Bipeka DPD Banyuasin, Rika Febriyanti dalam kesempatan ini memperkenalkan berbagai program yang menjadi andalan Bipeka Banyuasin, yakni Rumah Keluarga Indonesia (RKI).

“Saat ini di Banyuasin telah hadir RKI di 4 titik di wilayah Banyuasin, yakni RKI Mekarsari, RKI Talang Bungin, RKI Kenten, dan RKI Talang Keramat,” jelas Rika.

Hingga saat ini, RKI telah aktif berkontribusi di masyarakat melalui berbagai bentuk kegiatan dan program, seperti RKI Peduli, Forum Ayah, Konsultan Keluarga, dan Sekolah Keluarga Indonesia (SKI).

Melalui RKI Peduli, PKS membantu masyarakat yang terdampak bencana. Sementara Forum Ayah Banyuasin yang diketuai oleh Suhadi Ma’ruf, menyelenggarakan berbagai kegiatan untuk mendorong kebersamaan keluarga dan penguatan peran ayah. Ada pula konsultan keluarga sebagai wadah konsultasi dan pendampingan bagi mereka yang mengalami persoalan keluarga.

“Hari ini kita bersama hadir dalam launching Sekolah Keluarga Indonesia Banyuasin. SKI ini merupakan salah satu bentuk kegiatan RKI untuk ruang belajar dan penguatan keluarga,” jelas Rika.

Ketua DPD PKS Banyuasin, H. Samsul Rizal didampingi Sekretaris DPD, Yuliadi, mengungkapkan rasa bangga dan apresiasinya terhadap RKI Banyuasin yang memiliki kontribusi yang luar biasa di tengah-tengah masyarakat.

“Peran RKI di masyarakat sudah sejak lama dirasakan. Bahkan beberapa program menjadi sorotan bukan hanya di tingkat Sumsel, melainkan hingga tingkat nasional. Seperti kegiatan kemah keluarga yang dinilai positif dan menjadi inspirasi wilayah lain. Bahkan di Sumsel, Forum Ayah Banyuasin hadir lebih dulu dari tingkat wilayah,” ungkap Samsul disambung tepuk tangan undangan.

Samsul Rizal melanjutkan, launching Sekolah Keluarga Indonesia di Banyuasin merupakan jawaban atas besarnya dampak persoalan-persoalan yang menyangkut keluarga.

“Dengan adanya SKI di Banyuasin, semoga menjadi sarana pembelajaran untuk memperkuat ketahanan keluarga sehingga dapat mewujudkan keluarga yang harmonis,” jelasnya.

Kemudian, Samsul juga menyoroti Konsultan Keluarga di RKI Banyuasin. Menurutnya, saat ini persoalan keluarga ini sangat serius di Banyuasin. “Data menunjukkan dari tahun ke tahun ada peningkatan persoalan keretakan keluarga di wilayah kita. Semoga RKI dengan berbagai programnya bisa ikut berkontribusi menyiapkan solusinya,” harap Samsul.

Acara ini juga menghadirkan Ayah Arif dan Bunda Enny sebagai pemateri talk show dengan tema Ayah Pahlawanku, Ibu Sahabatku, Berbagi Peran dalam Mengawal Fase Pubertas Anak.

Menurut Ayah Arif, pengasuhan anak di era digital ini memiliki sejumlah tantangan, diantaranya maraknya disiinformasi dan hoaks, kecanduan digital dan gangguan kesehatan mental, krisis identitas dan disorientasi mental, serta penurunan empati dan kepekaan sosial.

Bunda Enny menjelaskan, jika ayah berperan sebagai pelindung dan teladan bagi anak, maka ibu berperan sebagai pendengar dan sahabat anak.

Berdua mereka mengungkapkan ada 10 prinsip spiritual parenting yang perlu dipelajari dalam pengasuhan anak.

“Pertama, memahami Allah bersama kita, kemudian meyakini adanya kehidupan akhirat. Selanjutnya, mendengarkan anak, hati-hati berkata, mendorong impian dan harapan mereka,” urai Bunda Enny.

“Keenam, memberi sentuhan keajaiban pada hal biasa, misal bekal anak. Menyeimbangkan antara keteraturan, kelenturan, dan keluwesan. Kemudian menjadi cermin positif agar anak meniru. Selanjutnya, melepaskan pergulatan yang menekan, dan menjadikan setiap hari sebagai awal yang baru,” jelas Bunda Enny.#udi

What do you think?

Written by Julliana Elora

Bulog Lubuklinggau dan Media Turun ke RPK, Pantau Harga Beras SPHP

Presiden Prabowo Beri Bonus kepada Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026