Sumsel lanjutkan penyemaian dry ice dan OMC tangani karhutla
Minggu, 1 November 2026 17:08 WIB
Palembang (ANTARA) – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melanjutkan upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui penyemaian dry ice dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengurangi dampak kabut asap sekaligus membantu mempercepat pemadaman titik api di sejumlah wilayah.
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru usai meninjau lokasi karhutla di Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Minggu, mengatakan upaya tersebut tetap dilanjutkan meskipun sejumlah wilayah di Sumsel mulai diguyur hujan.
Menurut dia, berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi cuaca di Sumsel diperkirakan kembali kering sebelum memasuki musim hujan secara lebih merata pada periode akhir November hingga awal Desember 2026.
“Kita tidak boleh lengah meskipun sekarang sudah mulai turun hujan. Berdasarkan prediksi BMKG, masih ada potensi cuaca kembali kering sehingga penanganan karhutla melalui berbagai upaya tetap harus dilanjutkan,” katanya.
Ia menjelaskan penyemaian dry ice dilakukan dengan mengerahkan satu unit pesawat, sedangkan pelaksanaan OMC didukung dua pesawat Hercules untuk membantu distribusi dan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.
Upaya tersebut diharapkan dapat mengurangi konsentrasi asap yang terperangkap di atmosfer serta meningkatkan peluang terbentuknya awan hujan di wilayah terdampak karhutla.
Sementara terkait penanganan lahan gambut usai karhutla, Pemprov Sumatera Selatan memperkuat pengelolaan dan restorasi kawasan gambut sebagai upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berulang setiap tahun.
Ia menjelaskan Sumsel memiliki sekitar 10 persen dari total luas gambut nasional, dengan kawasan hidrologi gambut mencapai dua juta hektare dan areal terdampak seluas 1,27 juta hektare.
Pewarta: M. Imam Pramana
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026