in

Lubuakalai-Gunuangmalintang Rusuh

Belasan Orang Terluka, 3 Kios Bensin-2 Motor Terbakar

Ratusan pemuda Nagari Gunuangmalintang, Kecamatan Pangkalan Koto Baru dan warga Nagari Lubuakalai, Kecamatan Kapur IX,  terlibat kontak fisik dan saling serang, Kamis dini hari (6/7). 

Akibat insiden tersebut, belasan orang mengalami luka lebam dan luka memar. Dua sepeda motor dan tiga kios minyak ikut terbakar. Mobil polisi yang turun ke lokasi juga sempat dilempari batu.

Beruntung, pemuka masyarakat dari kedua kampung yang difasilitasi camat, Polri,  TNI  dan pemerintah nagari, cepat melakukan upaya mediasi. Sehingga sampai tadi malam, situasi sudah berangsur kondusif. Agar tiak terjadi bentrok susulan, kedua belah pihak diminta saling menahan diri.

“Benar, Kamis dini hari, terjadi salah paham antara pemuda Nagari Gunuangmalintang dengan pemuda Lubuakalai. Namun, saat ini, situasi sudah kembali kondusif. Sudah dimediasi muspika bersama pemerintah nagari dan tokoh masyakarat,” kata Camat Kapur IX Andri Yasmen ketika dikonfirmasi Padang Ekspres, tadi malam.

Informasi yang dirangkum Padang Ekspres, salah-paham antara pemuda Gunuangmalintang dengan pemuda Lubuakai terjadi saat mereka sama-sama menonton pertunjukan orgen tunggal di Pasar Lubuakalai. “Orgen tunggal itu digelar sebagai hiburan pada malam penyerahan hadiah lomba-lomba antar nagari yang digelar selepas Lebaran,” kata Andri Yasmen.

Dalam acara hiburan yang dimeriahkan orgen tunggal tersebut, oknum pemuda dari Gunuangmalintang terlibat kontak fisik dengan oknum pemuda Lubualai, gara-gara salah paham saat berjoget. Lantaran kekuatan tak seimbang, pemuda dari Gunuangmalintang kabur ke kampung mereka untuk meminta balabantuan.

Tak lama berselang, ratusan orang dari Gunuangmalintang kembali ke Lubuakalai. Akibatnya, perang batu antar kedua kelompok pemuda dari nagari  serumpun budaya ini  tak dapat dihindari. Untung, masih ada yang arif.  Ketua pemuda Gunuangmalintang bernama Ledi sempat berupaya menengahi persoalan.

Saat bersamaan, anggota Polsek Kapur IX yang datang ke Tempat Kejadian Peristiwa juga berupaya menenangkan massa kedua nagari. Akan tetapi, aksi anarkisme dan main hakim sendiri makin liar. 

Mobil dinas Polsek Kapur IX ikut ditimpuk batu. Kaca depan dan lampu belakangnya pecah. Ketua pemuda Gunuangmalintang Ledi yang berniat menenangkan keadaan juga tak luput dari sasaran amukan massa.

Sampai peristiwa berakhir, selain Ledi, tercatat ada 2 hingga 3 pemuda Gunuangmalintang yang menderita luka lebam dan memar. Sedangkan dari pihak Lubuakalai, menurut Andri Yasmen, mencapai 14 prang.  

Selain ada terluka, bentrok massa di Lubuakalai membuat tiga pertamini atau kios bensin milik warga Lubuakalai terbakar. Ketiganya diketahui milik Yogi, Izul dan Ijon. Sedangkan dua sepeda motor milik warga Gunuangmalintang juga gosong jadi abu. Kedua motor itu jenis Yamaha Vixion dan Jupiter-MX.

Awak pemadam kebakaran Limapuluh Kota yang bertugas di Pos Pemadam Kebakaran Kapur IX, ikut turun memadamkan api. “Anggota kami ikut memadamkan api,” kata Iswandi, Kepala Pemadam Kebakaran Limapuluh Kota kepada Padang Ekspres, Kamis siang.

Sayang, saat menginformasikan kebakaran itu Irwandi tidak menjelaskan penyebabnya. Sehingga informasi yang diperoleh Padang Ekspres awalnya agak samar-samar. Kapolsek Kapur IX Iptu Yuherman yang dihubungi Kamis siang, juga tidak banyak memberi keterangan.

“Memang ada yang terbakar, dini hari tadi. Tapi, saya sedang rapat. Hubungi saja Ababil (staf Humas Polres Limapuluh Kota, red),” ujarnya. Ababil yang ditanya pada Kamis siang, juga mengaku tidak tahu dengan peristiwa kebakaran di Kapur IX. Begitupula dengan Kapolres Haris Hadis. “Belum dapat laporan Mas,” ujarnya lewat pesan WhatsApp.

Rupanya, memang bukan kebakaran biasa yang terjadi di Kapur IX.  Tapi, aksi pembakaran yang dipicu tawuran saat menonton orgen tunggal.  Tawuran itu dipastikan sudah berhasil dimediasi.

“Pemuda kedua kampung sepakat berdamai. Segala yang luka lebam diobati. Kerugian yang timbul ditanggung bersama. Mereka juga berjanji tak akan mengulangi tawuran ini karena masih serumpun budaya. Apabila terjadi perkelahian,  setelah terjadi perdamaian, segala konsekuensi ditanggung sendiri,” kata  Andri Yasmen.

Di sisi lain, Kapolres Limapuluh Kota AKBP Haris Hadis kepada anggota Balai Wartawan Luak Limopuluah menyebut,  kondisi di Kapur IX sudah kondusif dan kesepakatan perdamaian juga sudah diperoleh. Di mana, kedua bela pihak sepakat berdamai dengan beberapa poin perjanjian. 

Kapolres bersama Bupati kembali membuat imbauan di mana acara orgen tunggal tidak boleh lewat pada waktu yang ditentukan. Kemudian, Kapolres juga meminta kepada wali nagari atau pihak terkait untuk bisa berkoordinasi dengan kepolisian bila melakukan kegiatan orgen tunggal. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

What do you think?

Written by virgo

KPK Segera Tetapkan Tersangka Baru E-KTP

Indonesia, Turki, dan Demokrasi