Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyesalkan adanya aksi saling lempar tanggung jawab terkait tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang, antara PT Liga Indonesia Baru (LIB), PSSI, panitia pelaksana dan Indosiar selaku penyiar. Hal ini dinilai membuktikan penyelenggaraan Liga agak kacau.
“Terjadi saling menghindar dari tanggung jawab operasional lapangan antara pihak federasi, pengelola liga, panitia pelaksana, pihak keamanan, hingga penyelenggara siaran, menjadi bukti bahwa penyelenggaraan Liga Sepakbola Nasional agak kacau. Membahayakan bagi dunia persepakbolaan kita,” kata Mahfud dalam unggahan Intagramnya @mohmahfudmd, seperti dikutip jawapos.com, Rabu (12/10).
Mahfud yang juga Ketua Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) menyatakan hal itu juga menarik perhatiannya dalam menyusun hasil investigasi tragedi Kanjuruhan.
Selain itu, Mahfud menyatakan pihaknya sudah berdiskusi dengan Komnas HAM dan tengah menyiapkan rekomendasi terkait penyelenggaraan liga yang berujung meninggalnya ratusan orang tersebut.
“Kita juga sudah mendiskusikan dan melakukan cross-check temuan dengan Komnas HAM. Ada kemungkinan Komnas HAM merekomendasikan sesuatu yang khas sesuai dengan kewenangannya. Apa itu? Nanti saja, biar Komnas HAM yang mengumumkan,” ungkap Mahfud.
Mahfud berujar, TGIPF saat ini masih menyusun rekomendasi yang nantinya akan diserahkan terlebih dahulu kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hasil rekomendasi akan disampaikan ke publik setelah Jokowi menerima laporan dari TGIPF Tragedi Kanjuruhan.
“Temuan TGIPF takkan diumumkan sebelum diserahkan kepada Presiden. Sebab, TGIPF dibentuk dengan keppres untuk keperluan Presiden. TGIPF akan menyerahkan laporan kepada Presiden pada Jumat atau Senin mendatang,” pungkas Mahfud.(jpg)