Beranda Nasional Mendorong Kreativitas Pemuda

Mendorong Kreativitas Pemuda

366
0
BERBAGI

Presiden Soekarno pernah mengatakan, ’Berikan padaku 10 pemuda, maka aku akan mengguncang dunia’. Itu artinya kekuatan pemuda selalu hadir di setiap zaman, termasuk di era milenial sekarang ini, dan tentu di masa depan. Anak muda merupakan elemen penting penggerak kemajuan suatu bangsa. 

Seiring berkembangnya zaman, anak muda yang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi turut mengikuti secara aktif perubahan-perubahan yang terjadi akibat adanya dampak globalisasi. 

Pada masa ini, peran anak muda menjadi signifikan karena apa yang dilakukan menjadi penentu masa depan. Sumpah pemuda adalah salah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan bangsa Indonesia. Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya Negara Indonesia. 

Sumpah pemuda adalah keputusan Kongres Pemuda kedua yang diselenggarakan dua hari; 27-28 Oktober 1928 di Batavia (sekarang Jakarta).

Sumpah pemuda juga menjadi tonggak pembentukan karakter anak muda di Indonesia yang bangga berbangsa satu, bangga berbahasa satu, dan bertanah air satu, tanah Indonesia.

Karakter anak muda biasanya lebih mudah terbentuk dari apa yang mereka lihat sehari-hari. Bila dihubungkan dengan media, media mengambil peran penting bagi pembentukan anak muda melalui siaran-siaran yang ditampilkan. Makna sumpah pemuda bagi masyarakat Indonesia harus dijadikan pedoman dalam kebangkitan dan kebersamaan seluruh elemen bangsa. 

Sebagai pemuda, ada baiknya mengisi kemerdekaan dengan kegiatan positif dan menjalankan ideologi negara dengan baik. Pemuda tidak hanya diperlukan di masyarakat. Reformasi menunjukkan pemuda juga dapat terlibat aktif pada sistem pemerintahan Indonesia.

Generasi Milenial dan Peluang 

Semakin merosotnya moral para pemuda merupakan salah satu akibat dari pesatnya perkembangan teknologi yang tidak diimbangi peningkatan kualitas budi pekerti pelajar. Padahal perkembangan teknologi memang sangat dibutuhkan bangsa ini untuk dapat terus bersaing di era globalisasi. Kemerosotan moral banyak dipengaruhi kondisi sosial-budaya dalam masyarakat sekitarnya. Lingkungan sosial yang buruk adalah bentuk dari kurangnya pranata sosial dalam mengendalikan perubahan sosial yang negatif. (Daradjat, 1982 dalam Wahana, 2015)

Saat ini, generasi milenial lah yang menjadi tonggak dalam setiap aspek kehidupan. Generasi milenial adalah generasi yang lahir dalam rentang tahun 1980–awal 2000. Menurut Absher dan Amidjaya (2008) bahwa generasi milenial itu merupakan generasi yang lahirnya berkisar antara 1982 sampai dengan 2002. “It was discovered that millennials, or members of generation Y, are less likely to strongly identify with the generational term when compared to generation X or to the baby boomers, with only 40% of those born between 1981 and 1997 identifying as part of the millennial generation.” (luckyattitude.co.uk)

Generasi X, generasi sebelum generasi milenial ini menyebutkan bahwa generasi milenial adalah generasi yang cerdas karena mereka terlahir di zaman yang melek teknologi. Oleh karena itu, mereka yang sebagian besar saat ini sudah memiliki peran penting dalam setiap aspek hidup, seperti di bidang pemerintahan negara, mempunyai tanggung jawab penuh dalam memperbaiki dan bahkan memperbaharui hal-hal penting di setiap negara.

Generasi milenial  mempunyai pemikiran yang kritis. Terlebih di dalam dunia penyiaran, sudah banyak generasi milenial yang terjun langsung memperbaiki sistem penyiaran di Indonesia. Banyaknya anak pada generasi milenial menjadi pekerja-pekerja di lembaga-lembaga penyiaran. Bahkan, beberapa lembaga penyiaran pun ada yang mempunyai sekitar 80% pekerjanya adalah berasal dari generasi milenial. Hal ini menjadikan wajah lembaga penyiaran tersebut dibilang modern dan merujuk pada anak muda.

Sukses di Usia Muda

Anak muda cenderung memiliki kreativitas yang tinggi. Tidak terkecuali dalam hal membangun bisnis. Di Indonesia, sudah banyak anak muda yang menjulang kesuksesan, terutama di bidang komunikasi dan elektronik. Sebut saja Andrew Darwis (Founder Kaskus), Ahmad Zaky (CEO Bukalapak.com), dan Ferry Unardi (CoFounder & CEO Traveloka). 

Para entrepreneur muda ini adalah contoh nyata kesuksesan anak-anak muda Indonesia dalam membangun bisnis startup dan berkontribusi memajukan ekonomi bangsa. Startup adalah salah satu pondasi perekonomian Indonesia. 

Membangun bisnis dan kesuksesan di usia muda tidaklah mudah, dibutuhkan kemauan yang kuat, kreativitas, dan semangat yang tinggi. Daya saing yang kuat pun terjadi antar-generasi milenial, potensi dan inovasi menjadi hal yang penting untuk mampu bersaing. 

Anak muda harus berani berinovasi dengan potensi yang ada di Indonesia walaupun tahu ada kemungkinan gagal. Dengan terus belajar dan mengujicoba, generasi muda dapat semakin mematangkan diri untuk turut membangun negeri. (*)

LOGIN untuk mengomentari.