

Jakarta (ANTARA) – Bagi penggemar NBA, bulan November biasanya identik dengan satu fase musim yang masih cukup panjang. Regular season baru berjalan beberapa pekan, playoff masih jauh, dan sebagian tim mungkin masih mencari bentuk terbaiknya.
Namun, beberapa tahun terakhir situasinya sedikit berbeda.
Ada satu trofi yang mulai ikut diperebutkan di tengah perjalanan musim, yakni NBA Cup.
Kompetisi yang sebelumnya dikenal sebagai In-Season Tournament ini kembali digelar pada musim 2026/2027. Bedanya dengan playoff, NBA Cup berlangsung hanya dalam beberapa pekan dan menggunakan format grup sebelum memasuki sistem gugur.
NBA Cup 2026 akan dimulai pada 30 Oktober 2026 dan berakhir pada 11 Desember 2026. Pertandingan final akan dimainkan di Hinkle Fieldhouse, Indianapolis.
Lalu, sebenarnya apa itu NBA Cup dan mengapa kompetisi ini mulai dianggap serius oleh para pemain dan tim?
NBA Cup pertama kali diperkenalkan pada musim 2023/2024 dengan nama NBA In-Season Tournament.
Ide dasarnya cukup sederhana. NBA ingin memberikan sesuatu yang diperebutkan oleh tim di tengah panjangnya regular season.
Pasalnya, setiap tim NBA memainkan 82 pertandingan sebelum playoff. Dengan jumlah pertandingan sebanyak itu, ada kemungkinan sebagian laga regular season terasa kurang memiliki bobot, terutama ketika musim masih panjang.
NBA kemudian membuat kompetisi dengan format yang lebih singkat dan memberikan hadiah berupa trofi.
Format tersebut terbukti menarik perhatian.
Pada edisi pertama, Los Angeles Lakers menjadi juara setelah mengalahkan Indiana Pacers 123-109 di final. LeBron James kemudian menjadi MVP turnamen.
Semusim berikutnya, Milwaukee Bucks mengalahkan Oklahoma City Thunder 97-81. Giannis Antetokounmpo menjadi MVP.
Pada musim 2025/2026, New York Knicks mengalahkan San Antonio Spurs 124-113. Jalen Brunson menjadi MVP.
Menariknya, Knicks kemudian juga menjadi juara NBA pada akhir musim. Bahkan, mereka dan Spurs bertemu kembali di NBA Finals setelah sebelumnya berhadapan di final NBA Cup.
Jadi, meskipun NBA Cup bukan playoff, sejarah singkatnya sudah menunjukkan bahwa turnamen ini bisa menjadi bagian menarik dari perjalanan sebuah tim menuju akhir musim.
Baca juga: Andre Drummond jadi pendatang baru di New York Knicks
Bagaimana sebenarnya format NBA Cup?
Format NBA Cup 2026 cukup mudah dipahami.
Sebanyak 30 tim NBA dibagi ke dalam enam grup, masing-masing berisi lima tim. Tiga grup berasal dari Wilayah Timur dan tiga lainnya dari Wilayah Barat.
Pembagian grup ditentukan berdasarkan performa regular season 2025/2026.
Setiap tim kemudian memainkan empat pertandingan pada fase grup. Mereka menghadapi empat tim lain yang berada di grup yang sama, sekali melawan masing-masing lawan.
Setiap tim mendapatkan dua pertandingan kandang dan dua pertandingan tandang.
Hasil empat pertandingan tersebut kemudian menentukan siapa yang lolos ke fase knockout.
Namun, ada satu hal penting.
Tidak semua pertandingan NBA Cup berdiri sendiri sebagai pertandingan tambahan.
Pertandingan fase grup tetap dihitung sebagai bagian dari 82 pertandingan regular season masing-masing tim.
Begitu juga dengan pertandingan perempat final dan semifinal.
Hanya pertandingan final NBA Cup yang tidak dihitung sebagai bagian dari statistik dan rekor regular season.
Delapan tim akan lolos ke fase knockout
Enam juara grup otomatis mendapatkan tiket ke fase knockout.
Kemudian ada dua tempat tambahan yang diberikan kepada wild card, masing-masing satu dari Wilayah Timur dan Barat.
Wild card diberikan kepada tim dengan catatan terbaik yang finis sebagai runner-up grup di masing-masing konferensi.
Dengan begitu, total ada delapan tim yang masuk fase knockout.
Setelah itu formatnya berubah menjadi sistem gugur.
Perempat final dimainkan dalam satu pertandingan. Begitu pula semifinal dan final.
Tidak ada sistem best-of-seven seperti playoff.
Kalah sekali, selesai.
Itulah yang membuat pertandingan NBA Cup bisa terasa jauh lebih intens. Satu malam buruk bisa langsung mengakhiri perjalanan sebuah tim.
Baca juga: Deretan bintang muda yang bisa bersinar di NBA 2026/2027
Bagaimana jika ada tim yang punya rekor sama?
Ini bagian yang cukup menarik.
Karena setiap tim hanya memainkan empat pertandingan fase grup, hasil akhir bisa saja sangat ketat.
Jika ada dua atau lebih tim dengan rekor sama, NBA menggunakan beberapa tiebreaker secara berurutan.
Yang pertama adalah rekor head-to-head.
Jika masih sama, berikutnya adalah selisih poin dalam pertandingan NBA Cup.
Setelah itu baru total poin yang dicetak, kemudian rekor regular season 2025/2026.
Jika semuanya masih sama, barulah dilakukan undian.
Artinya, margin kemenangan juga bisa menjadi sangat penting.
Menang memang yang utama, tetapi menang dengan selisih besar bisa menjadi pembeda ketika dua tim memiliki jumlah kemenangan yang sama.
NBA Cup 2026/2027 dimulai 30 Oktober
Pada musim 2026/2027, fase grup NBA Cup akan dimulai pada Jumat, 30 Oktober 2026 waktu Amerika Serikat.
Untuk penonton Indonesia, pertandingan-pertandingan tersebut berlangsung pada Sabtu pagi, 31 Oktober 2026 WIB, tergantung jam tip-off masing-masing pertandingan.
Baca juga: Orlando Magic rekrut Kevin Knox II yang berstatus “free agent”
Baca juga: Peta persaingan NBA 2026/2027: Siapa kandidat juara musim ini?
Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

