in

PDAM OKU bangun sistem penyediaan air minum

Baturaja (Antaranews Sumsel) – PDAM Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan akan membangun Sistem Penyediaan Air Minum yang direncanakan dibangun di Kecamatan Lubuk Raja untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) ini akan dibangun pada 2018,” kata Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Ogan Komering Ulu (OKU) Abi Kusno di Baturaja, Kamis.

Dia mengungkapkan pembangunan sarana dan prasarana SPAM bagi masyarakat di Kecamatan Lubukraja itu menghabiskan anggaran sekitar Rp40 miliar.

Anggaran pembangunan tersebut bersumber dari dana pemerintah pusat seperti Kementerian PU Satuan Kerja Air Bersih sebesar Rp19 miliar, Kementerian PU Sumber Daya Alam Rp16 miliar, Dinas Perumahan Pemukiman Sumsel Rp1,5 miliar serta ditambah dana APBD OKU 2018 Rp4 miliar.

“Total angggaran untuk pembangunan SPAM Kecamatan Lubukraja yang disetujui sekitar Rp40 miliar. Sedangkan sisanya dana APBD OKU untuk pembuatan jaringan transmisi distribusi tapi dikerjakan oleh dinas terkait,” ungkapnya.

Menurut dia, rencana pembangunan SPAM tersebut memang telah lama diajukan dan diusulkan pihaknya ke pemerintah pusat maupun provinsi sejak Januari 2017.

“Proposalnya kita sendiri yang menyampaikan lengkap dengan rencana Detail Engginering Desian (DED)-nya dan disetujui oleh pemerintah pusat dan provinsi. Mudah-mudahan pada Maret 2018 pembangunan dapat direalisasikan,” kata dia.

Abikusno mengemukakan anggaran Rp40 miliar tersebut nantinya akan dibangun untuk pembuatan Intake pompa, Instalasi Pengolahan Air (IPA), boster serta jaringan transmisi distribusi dengan kapasitas 60 liter perdetik.

Adapun lokasinya yakni Intake Pompa yaitu di Desa Lubuk Batang Baru dengan sumber air baku Sungai Ogan, lokasi IPA di Batumarta Unit 3 Desa Lekis Rejo, serta pembangunan Boster di unit Batumarta Unit 2.

“Alhamdulillah untuk urusan lahan masing-masing lokasi pembangunan SPAM semua sudah aman dalam artian tidak ada permasalahan dengan masyarakat karena sudah kita sosialisasikan dan kita koordinasikan dengan pihak perangkat desa maupun aparatur kecamatan,” ujarnya.

What do you think?

Written by Julliana Elora

Hati-hati isu SARA di tahun politik

BERITAPAGI – Jumat, 29 Desember 2017