in

Persibat Batang empaskan Persijap Jepara 1-0

Batang (ANTARA News) – Persibat Batang, Jawa Tengah, mampu mengempaskan tim tamu Persijap Jepara 1-0 pada laga lanjutan Liga 2 Tahun 2017 di Stadion M. Sarengat Batang, Sabtu petang.

Tim Persibat yang menargetkan meraih poin penuh di kandang sendiri berusaha menekan tim pertahanan Persijap yang dijaga oleh Jupri Fahrul, Lucky Oktavianto, dan Moh Al Amin.

Demikian pula, tim tamu Persijap yang berusaha meraih poin di kandang Persibat juga melakukan tekanan sehingga tim besutan Fernando Jose De Freitas sempat membahayakan gawang Persibat.

Ketidaktenangan pemain Persibat juga sempat dimanfaatkan pemain Persijap Jepara sehingga beberapa kali penjaga gawang tim berjuluk Laskar “Alas Roban” Muh Sendri Johansyah harus berjibaku menyelamatkan gawang.

Pertandingan makin tampak seru saat memasuki babak dua berakhir karena dua kesebelasan yang bertanding saling menekan lini pertanahan belakang.

Akan tetapi hingga memasuki babak pertama usai, kedudukan skor bertahan 0-0.

Memasuki dua dimulai, pertandingan yang dipimpin wasit Hamim Tohari asal Lamongan, Jawa Timur, tim tua rumah berusaha bangkit dari langsung memberikan tekanan pada Persijap Jepara.

Akan tetapi berkat rapatnya barisan lini pertahanan Persijap, para pemain Persibat masih kesulitan menjebol gawang lawan yang dijaga oleh Amirul Kurniawan.

Perjuangan Persibat untuk meraih poin penuh, akhirnya tercapai pada menit ke-83 setelah Arif Alama memanfaatkan bola liar yang membentur gawang Persijap.

Tertinggal 1-0, Persijap berusaha menambah daya gedor serangan ke lini pertahanan Persibat Batang. Akan tetapi berkat kedisiplinan pemain belakang Persibat, serangan Persijap dapat dimentahkan.

Justru melalui serangan balik cepat, tim berjuluk “Laskar Alas Roban” mendapatkan sejumlah peluang terciptanya gol ke gawang Persijap.

Pelatih Persibat Batang Daniel Roekito mengatakan dirinya sempat kecewa terhadap pola main anak asuhnya yang tidak bisa mengembangkan permainan.

“Mental bertanding anak-anak kurang bagus sehingga kontrol bola juga tidak baik. Kendati demikian, kami bersyukur masih mampu meraih poin penuh,” katanya.

(U.KR-KTD/N002)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2017

What do you think?

Written by virgo

Yoora, warga Korea ini ingin jadi WNI. Apa alasannya?

Owi/Butet didapuk jadi simbol keberagaman olahragawan