in

Sejauh Mana Cintamu Akan Bertahan?

“Kita sudah ndak cocok lagi”

Kalimat itu sering menjadi senjata pamungkas sebelum munculnya kalimat, “Aku mau kita putus”. Sangat simple sekali kan? Hanya beralasan “tidak cocok”, hubungan kalian pun berakhir sampai disini. Yaahhh, meskipun alasan itu lebih masuk akal ketimbang “Kamu terlalu baik buat aku”, mau mutusin aja pake muji segala.

Tapi mari kita selidiki lebih lanjut apa penyebab pasanganmu berfikir demikian. Pada umumnya ketidak cocokan ini dirasakan oleh pasangan yang sudah lama menjalin hubungan.

Pertama kali kalian ketemu dulu pasti akan berkesan, entah itu dari parasnya, kepintarannya, cara ngomongnya, sifatnya, dan sederet alasan-alasan lain yang mendorongmu untuk memilihnya. Meskipun pada awal PDKT sekalipun masih dibagi menjadi dua jenis lagi. Yang pertama, pada saat PDKT kalian tak jarang berubah menjadi versi diri kalian yang berbeda. Alasannya Cuma satu, agar ”Nampak Baik” di depan orang yang kamu sukai itu. Pada jenis yang pertama ini, jika kalian ternyata jadian biasanya ndak akan bertahan lama.

Nyaman gak sih kalau misal kita pakai baju kegedean atau kesempitan? Pada umumnya orang ndak akan nyaman, orang yang melihat kita pun juga ndak nyaman. Tapi karena kamu suka baju itu (entah karena merk.nya, warnanya, atau modelnya) ya kamu pakai aja akhirnya, meskipun itu tak terlihat seperti dirimu.

Naaah, hampir sama tuh, diri kalian juga ndak bakal nyaman, orang yang kenal banget sama kamu pun juga bakalan merasa aneh melihat versi dirimu yang lain. Pribadi seseorang pasti akan berubah, tapi tidak secepat itu. Yah ibaratnya orang bisa sih gendutan atau kurusan, tapi pas pakai baju kegedean apa bisa langsung digendut-gendutin gitu biar pas? Ndak kan. Jadi ya tinggal masalah waktu aja siapa yang menang entar, antara rasa sukamu atau ketidaknyamananmu.

Jenis yang kedua, pada saat PDKT kalian sudah mengenal satu sama lain, ndak ada yang kalian tutup-tutupi tentang pribadi kalian, dan kalian menjadi diri kalian sendiri. Jika kalian ternyata jadian, ya berarti “I love you just the way you are”. Sebenarnya inilah yang menjadi kunci suatu hubungan bisa bertahan, yaitu sebuah awal yang sudah saling menerima. Hubungan kalian tak akan terpisahkan dari dalam, kalau pun ternyata ndak bertahan lama biasanya karena ada factor luar seperti intervensi pihak ketiga, restu orang tua, dll.

Lalu dimana lokasi munculnya kalimat “kita sudah ndak cocok”? menurut pengalaman sih ya di jenis yang kedua ini. Lho, kok bisa? Ya bisa lah, orang sudah berpengalaman hahaha. Ndak, maksudku gini, kalian pacaran sudah mengenal satu sama lain, ya otomatis kalian merasa nyaman kan ya? Kalian merasa sudah menemukan jodoh yang pas dan hanya Tuhan yang mampu memisahkan kalian. Emang yakin kalian jodoh? Emang yakin Tuhan ndak akan memisahkan kalian? Maksudku meskipun pribadi kalian cocok, tapi itu kan hanya untuk beberapa saat ini. Bisa saja kalian setahun atau dua tahun atau mungkin banyak tahun lagi kalian akan berubah.

“Aku ndak akan berubah sayang, SELAMANYA”

Heeeyyyyy kata “SELAMANYA” itu lama banget lho. Dan ndak mungkin selama itu kalian ndak mengalami apa-apa. Kecuali kalian diawetkan jadi mummy terus disimpan di ruangan hampa udara atau bersuhu rendah, nah kalau itu kalian ndak akan berubah, dan bahkan ndak akan bangun “SELAMANYA”.

Manusia selama hidupnya selalu mengalami banyak hal yang mampu mengubah pemikirannya bahkan pribadinya. Atom saja kalau diberi gangguan melebihi kemampuannya bakalan menunjukkan perubahan untuk menyesuaikan diri, apalagi manusia yang perubahannya tak terprediksi dan tak berpola. Bisa aja kan diberi gangguan dari mantan atau gebetan atau bahkan orang-orang baru yang bakal kalian temui nanti, itu pasti memberikan perubahan pada kalian.

Saat itulah cepat atau lambat salah satu dari kalian akan berubah dan tumbuh menjadi pribadi baru. Bahkan mungkin kalian akan tak mengenali lagi satu sama lain. Kalian akan merasa ada banyak bagian yang hilang darinya, yang dulunya sering kalian dapatkan. Hingga suatu ketika akan terucap, “Kita sudah ndak cocok lagi”

Baca Juga: 7 Alasan Inilah Yang Membuat Orang Takut Jatuh Cinta

Tapi sebelum terucap kalimat itu mungkin ada sedikit pertimbangan. Kalian ndak harus berakhir seperti itu, cobalah tanyakan lagi pada hatimu alasan kamu mencintainya. Kalau kamu mencintai karena pribadinya ya inilah dia sekarang, berbeda dengan yang dulu, mungkin tahun depan juga bisa beda lagi, zaman sekarang apasih yang ndak bisa berubah.

Tapi jika hatimu bingung menjawabnya dan ndak menemukan alasan kenapa kamu mencintainya, maka genggamlah erat pasanganmu, bertahan dari segala goncangan dan tumbuhlah bersama-sama dengannya. Apakah mencintai butuh alasan?

What do you think?

Written by virgo

3 Maret, Band Air Supply Konser di Jakarta

Jika Tak Berjodoh Mengapa Kita Harus Dipertemukan