in

Start Up Pengendalian Hama Ramah Lingkungan

Eka Candra Lina
Direktur Science
Techno Park Unand

TANTANGAN yang dihadapi sektor pertanian saat ini adalah kecukupan pangan global dan perubahan iklim. Kebutuhan pangan 9,1 miliar manusia pada tahun 2050 menuntut peningkatan hasil produksi pertanian secara signifikan.

Indonesia sebagai negara agraris, di mana pertanian memainkan peran penting bagi kedaulatan pangan, berupaya mengatasi kendala akibat perubahan iklim dengan melakukan berbagai program adaptasi untuk memperkuat ketahanan sektor pertanian.

Program adaptasi tersebut antara lain meningkatkan manajemen data dan informasi, manajemen usaha tani, manajemen sarana dan prasarana irigasi, manajemen kelembagaan, penelitian, sosialisasi, advokasi dan lain-lain.

Upaya lain yang diperkirakan mampu menjawab tantangan kebutuhan pangan dan perubahan iklim adalah intensifikasi ekologi sebagai pendekatan pertanian. Intensifikasi ekologi bertujuan meningkatkan/menambah hasil panen dengan meminimalisasi dampak negatif terhadap lingkungan.

Sehingga, lingkungan memainkan peran maksimal dalam menjaga keseimbangan ekosistem di pertanian. Dalam usaha tani potensi kehilangan hasil yang besar dapat disebabkan oleh organisme pengganggu tanaman (OPT). Salah satunya serangan spesies terbesar di dunia yaitu serangga.

Upaya pengendalian yang dilakukan petani adalah dengan penggunaan insektisida sintetik. Penggunaan yang tidak bijaksana menyebabkan dampak negatif yang merugikan seperti resistensi dan resurjensi hama sasaran, terbunuhnya musuh alami dan organisme bukan sasaran lainnya, pencemaran lingkungan serta bahaya residu pada hasil panen.

Bahkan diketahui insektisida tertentu seperti DDT dan BHC dapat merangsang perkembangan sel kanker, misalnya kanker kulit, kanker hati, kanker paru, dan kanker limfa (Matsumura 1985; Kuroki 1998).

Alternatif pengendalian yang lebih ramah lingkungan sangat diperlukan, dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1992 disebutkan, penggunaan insektisida nabati adalah salah satu alternatif pengendalian yang memenuhi kriteria ramah lingkungan, karena kelompok insektisida ini bersifat lebih spesifik bila dibandingkan dengan insektisida sintetik, tidak mencemari lingkungan (fisik) karena mudah terurai di alam, dan tidak cepat menimbulkan resistensi, serta aman terhadap musuh alami (Coats 1994; Prakash dan Rao 1997; Isman 2006).

Pertanyaannya adalah, apakah jenis insektisida ini telah beredar di pasaran? Dan, apakah tersedia dalam jumlah yang cukup? Di atas kertas, penelitian terkait insektisida botani sangat banyak dan bahkan telah mencapai tingkat kesiapan teknologi yang mumpuni untuk diproduksi secara massal.

Seperti yang dilakukan oleh Dr Ir Eka Candra Lina SP MSi IPM, selaku dosen Fakultas Pertanian Universitas Andalas telah banyak meneliti dan mempublikasikan alternatif pengendalian hama ramah lingkungan.

Beberapa penelitian menggunakan tumbuhan lokal asal Sumatera Barat yaitu tanaman sirih-sirih atau nama latinnya Piper aduncum. Roadmap penelitian yang terarah, dari ekstrak, formulasi, sampai pengembangan di tingkat nano telah menghasilkan publikasi, prototype, paten, dan penghargaan lainnya.

Sayangnya, hasil riset tersebut belum juga sampai ke tangan pengguna yaitu petani dalam jumlah yang cukup atau istilah lainnya komersil. Hingga muncul peluang dari Kementerian Kebudayaan dan Ristek melalui platform Kedai Reka program pendanaan Matching Fund.

Bersama mitra, dibentuklah Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi yang terbentuk diberi nama NPC (Nature Pest Control). Kegiatan diawali dengan perekrutan anggota startup, pelatihan manajemen bisnis dan inovasi dan business plan oleh STP Unand, workshop product knowledge bersama PT. Zenith Cropscience, serta workshop Peningkatan Kapasitas Startup yang diadakan oleh Kemenkop UKM.

Dari proses perekrutan yang telah dilakukan, terpilih empat anggota tenant, yaitu Agnest Andini, Mhd. Syarif Hidayatullah, Nofia Devita dan Olaf Septia Herman. Tujuan didirikan perusahaan ini adalah untuk menghadirkan teknologi pengendalian hama ramah lingkungan di pasaran dalam jumlah yang cukup. Semoga harapan tersebut dapat terwujud, Aamiin. (*)

What do you think?

Written by Julliana Elora

Daftar Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2023 sesuai SKB Tiga Menteri

AWR Dukung Laman Guru Padang Ekspres, Reward Studi Lanjutan Bagi Guru