in

UPTD SMPN 1 Kecamatan Payakumbuh: Suara Hatimu, Bapak Ibu Guru

Rika Putri, S.Pd
Guru UPTD SMPN 1
Kecamatan Payakumbuh

KETIKA hati bicara, melakukan sesuatu yang baik akan berbuah manis tentunya segera dikerjakan selagi ada waktu dan kesempatan. Inilah program di UPTD SMPN 1 Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota, yakni berbagi rezeki kepada anak-anak yang butuh biaya sekolah karena kehidupan orangtua yang kurang mampu.

Menyisihkan rezeki di setiap bulan atas kesepakatan bersama dengan penuh keikhlasan sudah berjalan lebih dari 10 tahun. Caranya dengan mendata perekonomian orangtua mereka oleh guru Bimbingan Konseling (BK) secara langsung mau pun tak langsung.

Kemudian dari data tersebut, dilakukan berbagi kepada yang paling membutuhkan dengan tujuan dapat menunjang semangat anak-anak untuk lebih giat belajar. Sumbangan tersebut bisa berupa uang kalau orangtua mereka kerjanya berdagang.

Sumbangan bisa juga berupa ternak, seumpama kambing atau itik untuk dipelahara. Program ini Alhamdulillah sudah menjawab bahwa bantuan yang sederhana tersebut dapat berkembang oleh orangtua anak-anak.

Rezeki bapak dan ibu guru dipungut di setiap bulan sesuai kesepakatan, dan ditabung hingga terkumpul untuk diserahkan per caturwulan. Pada saat itu, pihak sekolah juga menghadirkan Bapak Drs. Nala Atmaja Putra selaku pengawas manajerial di UPTD SMPN 1 Kecamatan Payakumbuh ini.

Bapak Nala menyampaikan ungkapan terima kasih kepada pihak sekolah di hadapan Kepala SMPN 1 Kecamatan Payakumbuh Bapak Ahmad Guntur, S.Pd, Bapak Fauzi bendahara, Ibu Elida Yenti, S.Pd selaku komite sekolah, Ibu Fitria Ratmadona, S.Pdi sebagai guru BK, dan beberapa orang guru yang sempat mendampingi kegiatan baik tersebut.

Caranya dengan mengundang orangtua murid dijadwal yang ditentukan, lalu diberi pengarahan oleh kepala sekolah perihal tujuan dan sasaran kegiatan yang dilakukan tersebut.

Semua orangtua termasuk anak-anak dan guru yang sempat mendengar arahan kepala sekolah di lapangan terbuka pada terpaku, karena begitu besar harapan para guru agar anak-anak bisa tetap semangat dalam menuntut ilmu.

Tidak ada perbedaan di antara mereka ketika akan melakukan sesuatu yang berhubungan dengan hal yang baik. Semisal melengkapi keperluan alat tulis, hingga kebutuhan akan jajan bisa seiring sejalan.

Buktinya selama kegiatan berbagi rezeki dilakukan di lingkungan sekolah kepada anak-anak yang kurang mampu, mereka bisa melebarkan sayapnya untuk mengepak di alam terbuka bersama teman-teman mereka. Semangat berjuang serta perilaku mereka jauh berubah, dan itulah tujuan utama yang diprogramkan sekolah.

Ada yang semula sering tidak masuk sekolah karena harus mencari nafkah membantu orangtua di jadwal kegiatan belajar, maka dengan membuka peluang untuk orang tua mereka seperti berusaha/dagang dan beternak kambing, itik anak-anak terbantu sehingga mereka bisa mengikuti kegiatan belajar dengan utuh.

Paling utama adalah memberikan contoh kepada mereka, bahwa dengan berbagi merupakan perbuatan yang sangat baik dilakukan. Sekecil apa pun, yang penting ikhlas dan bermanfaat buat yang menerima.

“Suara hatimu, Bapak Ibu guru”, perkataan ini dikutip dari salah seorang siswa yang sempat berlinang air mata saat menerima bingkisan dari pihak sekolah. Kalau ditimbang, pemberian tersebut tidak bernilai mahal dan tidak barang mewah.

Akan tetapi, ketika sipenerima merasa membutuhkan tentunya nilai benda tersebut akan melambung. Di situlah terasa adanya kebersamaan yang dapat membentuk nilai-nilai positif, serta menanamkan karakter baik kedua belah pihak.

Suara hati tak dapat dipungkiri, rasa kasih dan sayang akan tertanam bahwa mereka anak-anak kita yang butuh diperhatikan merupakan bentuk tautan hati sanubari orangtua dan guru. Kelak mereka itulah yang menjadi harapan untuk melanjutkan perjuangan baik terhadap dirinya sendiri, mau pun kepada orang banyak.

Sungguh membahagiakan. Mudah-mudahan untaian kalimat yang dikirim buat pembaca kali ini, tidak bermakna kebanggaan. Tujuannya tak lain hanya penyampaian, bahwa program sederhana bernilai besar. Yakin banyak hal yang lebih baik, dan lebih hebat dari

aktivitas ini untuk memikat peserta didik agar mereka bersemangat dalam menuntut ilmu.
Makanya dengan saling berbagi pada wadah literasi di laman guru yang disediakan Padang Ekspres setiap hari Rabu untuk para guru Limapuluh Kota, tidak dilewatkan. September 2022. (***)

What do you think?

Written by Julliana Elora

Simple and Clean Garage Ukir Prestasi dalam Kontes Modifikasi Motor

PSP Kecewa, Usulan Pangkalan Truk 2023 Belum Terealisasi