in

Wika Gedung Raup Rp832,8 Miliar

Wika Gedung berencana menggunakan dana hasil penerbitan IPO sebesar 70 persen untuk ekspansi pada usaha konsesi dan backward integration konstruksi.

JAKARTA – PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk atau Wika Gedung resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI), usai melakukan penawaran saham perdana (Initial Public Offering/IPO). Perseroan yang disematkan kode saham WEGE berhasil meraup dana segar sebesar 832,8 miliar rupiah usai melepas sebanyak 2,87 miliar lembar saham atau setara 30 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Direktur Utama Wika Gedung, Nariman Prasetyo, mengatakan pada awalnya Perseroan memang berniat melepas 40 persen saham ke publik, namun seiring berjalannya waktu, Perseroan memutuskan untuk melepas 30 persen saham ke publik. “Di waktu mendatang sangat mungkin bagi kami untuk bisa melepas 40 persen,” ungkap dia, Kamis (30/11).

Saham Perseroan mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak 216 persen pada saat penawaran (book building). Perseroan berencana menggunakan dana hasil penerbitan IPO sebesar 70 persen untuk ekspansi pada usaha konsesi dan backward integration konstruksi. Sisanya, 30 persen akan digunakan untuk kebutuhan modal kerja.

Pada debut perdananya saham Perseroan ditutup melejit ke level tertinggi 296 rupiah atau menguat 2,07 persen dari harga IPO sebesar 290 rupiah. Jumlah saham yang ditransaksikan sebanyak 152,49 juta saham, dengan nilai transaksi mencapai 44,91 miliar rupiah. Kapitalisasi pasar Perseroan menjadi 2,83 triliun rupiah.

Jumlah saham yang dicatatkan emiten sebanyak 9,57 miliar saham. Pada 2018, Perseroan mengincar pertumbuhan pendapatan dan laba bersih sebesar 30 persen. Perseroan pun mengincar laba bersih 390 miliar rupiah. “Kami optimistis karena punya backlog dan kontrak baru,” jelas Nariman.

Sementara itu, pada 2017, Perseroan memperkirakan bisa meraih pendapatan sebesar 3,98 triliun rupiah, sedangkan laba bersih tahun ini diharapkan sebesar 286 miliar rupiah. Adapun pendapatan Perseroan sepanjang semester pertama 2017 mencapai 1,31 triliun rupiah, atau naik 54,4 persen dari 846 miliar rupiah pada semester pertama 2016.

Seiring dengan itu, laba bersih Perseroan juga meningkat menjadi 105,8 miliar rupiah atau naik 8,1 persen dari penjualan dan naik 69,5 persen dibanding periode sama tahun lalu sebesar 62,4 miliar rupiah.

Raihan Kontrak

Untuk raihan kontrak pada 2018, Wika Gedung berharap dapat mencapai 16 triliun rupiah. Kontrak tersebut terbagi dalam kontrak lama sebesar 8 delapan triliun rupiah dan kontrak baru sebesar delapan triliun rupiah. Komposisi raihan kontrak Perseroan di antaranya terdiri dari swasta 40 persen dan pemerintah termasuk BUMN sebesar 60 persen.

Untuk proyek dari pemerintah di antaranya seperti low cost house, dan bandara, sedangkan dari sektor swasta di antaranya merupakan pelanggan berulang. Hingga Oktober 2017, kontrak baru Perseroan mencapai 6,2 triliun rupiah. Dengan demikian, total kontrak Perseroan (order book) saat ini menjadi 11,8 triliun rupiah, terdiri atas kontrak baru 6,2 triliun rupiah dan kontrak bawaan (carry over) tahun lalu sebesar 5,6 triliun rupiah.

Beberapa proyek kontrak baru yang telah diperoleh antara lain Apartemen Arandra Residences Jakarta, Hotel & Resort Pullman Mandalika Lombok, Apartement Grand Ostello Jatinangor, Rumah Sakit Pelabuhan Palembang.

Selanjutnya, Tamansari Urbano Bekasi, Transmart Sidoarjo, Trans Studio Cibubur, Jakarta International Equestrian Park Pulomas Jakarta Timur, Gedung Mabes Polri Sisi Barat, Gedung Telkom Manyar, Apartemen Tamansari Iswara di Bekasi, Stasiun Light Rail Trapid (LRT) Jakarta Koridor 1 Jakarta, Apartemen B Residence, Relokasi Rumah Dinas TNI AUHalim, Transmart Jember dan Pembangunan Rumah Susun Sewa Banten, Jabar & DKI Jakarta.

yni/AR-2

What do you think?

Written by Julliana Elora

Jasa Marga Emisi “Global Bond” Rp4 Triliun

BERITAPAGI – Senin, 4 Desember 2017