in

4 Kali Bertemu, 4 Kali Kalah

Untuk keempat kalinya sepanjang musim ini, petenis petenis nomor wahid dunia Rafael Nadal gagal menumbangkan rival abadinya Roger Federer. Dalam pertarungan klasik di final Shanghai Masters kemarin, Federer menaklukkan Nadal cukup mudah 6-4, 6-3.

Federer butuh waktu 72 menit untuk mengakhir perlawanan Nadal. Bahkan petenis terbaik Swiss tersebut tak sekalipun menghadapi break point sepanjang pertandingan. Federer mengawali sekaligus mengakhiri pertandingan dengan service break, atau merebut poin ketika lawan mendapat giliran servis.  

Federer memukul 10 ace pada pertandingan tersebut. Itu menjadi kemenangan keempat atas Nadal sepanjang musim ini. Atau yang kelima secara beruntun. Gelar Shanghai Masters adalah gelar ke 94 sepanjang karir Federer. Torehan tersebut menyamai Ivan Lendl di era Open. Hanya satu petenis yang melebihi rekor tersebut, yakni Jimmy Connors, dengan 109 gelar.  

”Saya tidak tahu apa ekspektasi saya sebelum pertandingan. Saya sempat berpikir akan kesulitan di awal. Tapi yang membuat saya kaget, saya sama sekali tidak gugup sejak awal. Saya mengawalinya dengan sangat baik dan bermain santai setelah itu,” ucap Federer. Kemenangan itu membuat rekor head to head Federer membaik menjadi 23-15. Federer masih harus mengejar delapan kali kemenangan untuk menyamai rekor Nadal.

Meski tampil dominan sepanjang tahun ini,petenis 36 tahun tersebut sama sekali tidak bermimpi untuk mengalahkan rekor head to head pertemuannya dengan Nadal. ”Tidak akan terjadi. Kami tidak punya cukup waktu lagi untuk bertemu di Tour,” tukas Federer. Menurutnya, faktor rangking yang terlalu tinggi hanya memungkinkan keduanya bertemu di babak final.

Selain itu, Federer juga mengatakan, tidak mudah untuk selalu memenangkan pertandingan menghadapi Nadal. ”Dia adalah petenis yang terlalu kuat untuk bisa dikalahkan setiap waktu,” tandasnya. 

Kini, Federer menjadi satu-satunya petenis yang bisa menggeser posisi Nadal di puncak rangking ATP hingga akhir musim ini. Namun, ATP Finals di 02 Arena, London bulan depan adalah fokus utamanya. ‘’Saya akan pulang dan merencanakan turnamen apa yang akan saya ikuti berikutnya. Di Basel atau Paris, sebelum kemudian ke London. Tentang rangking satu dunia, saya rasa tidak akan mudah diraih. Kecuali kalau saya bermain konsisten seperti hari ini (kemarin), siapa tahu?,’’ ujarnya dilansir BBC. 

Nadal memasuki lapangan dengan balutan perban di lutut kanannya. Kaki yang sama dimana Nadal sempat dua kali memukulnya dengan raket saat gagal mendaratkan servisnya. Namun Nadal enggan berkomentar tentang gangguan cedera tersebut memengaruhi performanya saat kalah dari Federer. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

What do you think?

Written by Julliana Elora

Fakhri Pantau Pemain di Piala Soeratin

Satu Gelar Juara Sudah di Tangan