in

6 Tokoh Tersohor Indonesia Yang Pernah Memalukan Media Besar

Resiko menjadi awak media memang sangat besar. Tidak hanya hanya harus tahan menghadapi deadline tulisan maupun siaran, para kuli tinta dan reporter wajib pula mempunyai muka baja dan mental yang kuat. Pasalnya, tak mudah mendapat informasi dari situasi pelik.

Belum lagi jika informasi yang didapat tidak benar, maka pasti banyak pihak yang menyalahkan. Bukan hanya dicaci, bisa-bisa diusir bahkan dianiaya secara fisik. Berikut ini beberapa video tokoh-tokoh Indonesia yang lepas kendali dan sempat ngamuk ke awak media.

1. Basuki Tjahaja Purnama Usir Wartawan

lensaterkini.web.id – Kejadian ini terjadi pada tahun 2016 lalu. Berawal dari seorang wartawan yang berniat mengonfirmasi tudingan seorang Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDIP terkait relawan teman Gubernur DKI Jakarta Ahok.

Katanya Teman Ahok ini menerima uang sebesar 30 miliar dari pengembangan proyek reklamasi di Teluk Jakarta. Spontan Ahok membantah dan mengatakan bahwa dirinya pejabat bersih. Selanjutnya mantan Bupati Belitung Timur ini mengaku terus memperjuangkan anti korupsi dari menjabat Bupati hingga saat ini.

Setelah penjelasan Ahok hingga menyangkut lahan Rumah Sakit Sumber Waras, seorang wartawan bertanya, “Berarti tidak ada pejabat sehebat bapak?,”. Mendengar pertanyaan itu Ahok merasa ada unsur adu domba di dalamnya. Karenanya ia langsung bertanya si wartawan dari koran apa. Tidak hanya itu, wartawan tersebut lantas dilarang untuk masuk ke Balai Kota. Kemudian Ahok berjalan memasuki ruangan, dan kemudian kembali lagi menemui wartawan yang tadi dilarang masuk.

Kedatangan Ahok ternyata untuk menegaskan bahwa wartawan tersebut mulai keesokan harinya tidak boleh menginjak Balai Kota. Tidak boleh wawancara. Sembari itu ia menegaskan bahwa dirinya sebenarnya tidak ada sama sekali kewajiban untuk menjawab pertanyaan wartawan. Setelah itu, barulah Ahok benar-benar memasuki ruangannya.

2. Prabowo Tidak Menjawab Pertanyaan Jakarta Post

Peristiwa ini terjadi saat Prabowo Subianto (kala itu calon presiden pada pemilihan 2014) menggelar jumpa pers setelah menghadiri acara deklarasi koalisi permanen di Jakarta Pusat. Acara yang dihadiri media lokal dan internasional itu pun awalnya berjalan lancar.

Sampai seorang wartawati dari Jakarta Pos bertanya, dan Prabowo menyela sembari menjelaskan kalau dirinya tidak akan menjawab pertanyaan media yang menurutnya sejak awal sudah anti dengan dirinya.

Setelah acara berakhir, Prabowo menyalami para wartawan termasuk sang wartawati Jakarta Post. Kepadanya, Prabowo menjelaskan bahwa Jakarta Pos sudah tidak demokratis. “Bukan salah kamu, bukan salah kamu tapi koran kamu itu waduh brengsek,” ungkap Prabowo di depan wartawati Jakarta Pos disaksikan awak media lainnya.

3. Anies Baswedan Menegur Kompas TV

lensaterkini.web.id – Di tengah acara launching Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta putaran kedua pada 4 Maret 2017 lalu, Anies Baswedan yang dikatakan datang terlambat lantas menegur reporter Kompas TV.

Awalnya, sang reporter menyatakan bahwa Ahok-Djarot memutuskan tidak ikut acara karena pelaksanaan molor. Lantas si reporter bertanya, “Pak Anies, yang datang terlambat itu bagaimana Pak Anies?”

Menanggapi pertanyaan itu, Anies lansung berpendapat bahwa Kompas TV tidak fair dan harus lebih obyektif. Menurut Anies, pemberitaan KOMPAS TV yang menyatakan Anies-Sandi datang terlambat adalah tidak benar. Anies lantas berkata, “Anda gak boleh mengabarkan seperti itu, jangan dong” pada sang reporter.

Selanjutnya anies berharap KOMPAS TV yang notabene media yang telah lama berkiprah bisa lebih obyektif. Akhirnya Sandiaga Uno menjelaskan bahwa mereka datang tepat waktu dan naik terlebih dahulu, selebihnya mengikuti semua proses.

4. Anak Tertua Jokowi Marahi Media

Tampil perdana sebagai anak orang No. 1 di Indonesia, Gibran Rakabumi dengan nada agak emosi menjelaskan mengapa dirinya tidak pernah terlihat. Momen ini terjadi menjelang pelantikan dan sumpah Presiden yang berlangsung bulan Oktober 2014 lalu.

Awalnya media bertanya mengapa Gibran tidak pernah mendampingi sang ayah saat kampanye. Dengan nada agak kesal Gibran menjelaskan kalau dirinya sibuk bekerja dan bukan pengangguran yang harus terus mengikuti bapaknya kalau kampanye.

Saat itu pun Gibran menyatakan bahwa dirinya dilabeli anak haram hanya karena tidak ikut kampanye. Anak pertama Jokowi pun menantang media untuk datang ke Solo dan melihat aktivitasnya yang sibuk bekerja. Gibran pun sempat menilai bahwa media yang memberitakan bahwa dirinya adalah anak haram adalah media yang tidak jelas.

5. Neno Warisman Marah Media Plintir Berita

lensaterkini.web.id – Di depan sejumlah awak media, Neno Warisman membacakan berita yang jelas-jelas tidak benar terkait kesaksian ahli bahasa bernama Mu’az. Media yang dimaksud jelas menuliskan bahwa dari sisi bahasa Ahok hanya berniat untuk berkomunikasi dengan para pendengarnya, konstituennya dan bukan niat dengan sengaja ingin menistakan agama atau menghinakan Al-Quran. Hal ini bertentangan dengan yang dikatakan saksi bahwa secara bahasa jelas-jelas Ahok telah menista agama dan tidak bisa dipungkiri.

Dalam kesempatan itu, Neno Warisman juga menegaskan bahwa siapa saja media yang memelintirkan keterangan saksi ahli akan berhadapan dengan pelaporan. Dan sekali lagi Neno menegaskan bahwa berita itu merupakan kebohongan yang luar biasa.

6. Deddy Corbuzier Semprot Presenter Televisi

Kemarahan Deddy Corbuzier terjadi di tengah acara Apa Kabar Indonesia Malam di TV One. Kala itu, Deddy didapuk sebagai bintang tamu lantaran videonya berjudul ‘A Message for Angelines Murderer’ yang berisi pesan kemarahan untuk pembunuh Angeline. Suasana dialog Deddy dan presenter acara, Andromeda Mercury berubah menjadi tegang saat sang presenter bertanya apakah video tersebut dibuat Deddy untuk membuat sensasi.

Deddy yang terlihat geram malah balik bertanya apakah stasiun TV One juga menayangkan acara tersebut untuk mencari rating. Alhasil, sang presenter tidak bisa menjawab dan mengatakan “No comment”. Video ini menjadi viral sejak mentalis itu mengunggah sendiri video wawancaranya di Youtube.

Itulah beberapa video tentang tokoh-tokoh yang mengungkapkan kekesalannya kepada media. Sampai saat ini, sikap tokoh-tokoh tersebut masih menjadi pro dan kontra di masyarakat. Menurutmu, wajarkah jika mereka bersikap demikian?

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN

What do you think?

Written by virgo

Dewi Emeline, Ernest, Hingga Edi Tansil, Ingat! Kebangkitan Nasionalis China

Pasangan Nonmuhrim Diamuk Massa