in

Fenomena ”Banting Harga” Jelang Lebaran

Berburu Harga Murah, Diskon Menjadi Penarik

Dua minggu jelang Lebaran sejumlah pusat perbelanjaan, toko, bahkan pedagang emperan menawarkan diskon menggiurkan. “Banting harga”, inilah yang menjadi daya tarik. Tak tanggung-tanggung, ada yang memberikan diskon dua kali. Pedagang toko pun juga memajang dagangan dengan “tarif bawah”.

Ternyata upaya yang dilakukan pedagang ini ampuh. Terutama berkaitan dengan fashion. Seperti yang diakui  Andrea, 24, yang ditemui saat memilih beberapa pakaian kaos di Ramayana Store, Plaza Andalas, Padang. 

Dia belanja di sini untuk waktu tertentu, seperti setiap gajian. “Saya sudah lumayan hafal dengan harga dan cara diskonnya, seperti kaos yang saya pilih ini. Di hari sebelumnya hanya diskon 50 persen, namun pas mendekati Lebaran diskonnya menjadi 50 persen ditambah 20 persen,” ungkapnya.

Dia mengaku tidak pernah takut tertipu dengan harga diskon. Sebab dia paham seluk beluk diskon, secara tidak langsung dia sudah survei terkait harga dan diskonnya.

Pengunjung lainnya, Elfira, 21, sedang asyik melihat kemeja sifon yang diskon 30 persen. Tapi bukan berarti dia akan membelinya. “Saya tidak begitu menjadikan diskon sebagai primadona untuk berbelanja murah. Jauh dari itu semua, saya lebih mempertimbangkan selera dan kualitasnya. Mau diskon atau tidak kalau saya minat, akan dibeli,” ujarnya sambil tersenyum.

Lain lagi dengan Mardamayunis, 40, ibu rumah tangga ini lebih condong memburu diskon. Jadi kalau ada diskon yang lebih besar dia akan beli. Yang penting baginya murah dan sesuai selera.

“Masalah kualitas bahan, saya tidak begitu peduli. Sebab harus saya sesuaikan juga dengan standar keuangan saya. Bagaimana pun saya akan lebih memilih harga yang sesuai dengan standar keuangan saya,” ungkapnya.

Pendapat yang berbeda dari Afriadi, yang asyik melihat ukuran celana di salah satu toko di Plaza Andalas. Dia lebih suka celana dengan kualitas bagus. Baginya walaupun punya satu tapi nyaman dikenakan dan bisa tahan lama. 

“Secara pribadi harga diskon gak berpengaruh, tapi kalau kualitas harus. Karena mau dipakai lama,” kata pria berkaca mata tersebut.

Store Manager Ramayana, Alex Sandi mengungkapkan, Ramayana memang selalu mengadakan diskon terutama untuk brand yang sudah ditentukan pemilik brand-nya. Begitu juga dengan ketentuan dibuat dari pusat sehingga tidak bisa diganti- ganti lagi. Cuma harga diskon saja yang berubah.

Dia menyebutkan pemberian diskon ini untuk menarik minat masyarakat untuk membeli barang. Contohnya dengan diskon 50 persen plus 25 persen. Hal ini akan membuat masyarakat berpikir untuk membeli. 

Namun, dia tak menampik banyak masyarakat yang salah mengartikan jumlah diskon yang disebutkanya tadi. Total diskon bukan menjadi 75 persen. Namun, terjadi dua kali diskon.

Dicontohkanya, jika harga awal Rp 100 ribu maka dipotong 50 persen menjadi Rp 50 ribu. Setelah itu baru dipotong lagi 25 persen dari Rp 50 ribu tadi.  Maka harganya menjadi Rp 25 ribu.

Tujuan diskon lainnya untuk perputaran dan pertukaran barang. Sehingga barang yang dijual tidak tersisa. “Biar untung kecil tapi laris manis dan setiap periode selalu bisa menampilkan model-model baju terbaru,” katanya.

Bagi pengunjung, program diskon ini jelas sangat menguntungkan dan menarik. Apalagi brand yang masuk kategori diskon pun ada brand ternama yang dijual di Ramayana. Seperti brand Emba Classic menjadi Rp 150 ribu, Waili Milano menjadin Rp 60 ribu.

Berbagai promosi juga ditawarkan oleh Ramayana berupa voucher bagi pelanggan Ramayana. Dengan total belanjaan Rp 300 ribu dan dapat ditukarkan sirup. 

Tak hanya Ramayana, toko Hammer yang berada di Plaza Andalas juga menawarkan diskon. Jika dihari biasa hanya 20 persen, menyambut Lebaran memberikan diskon hingga 37 persen.

Penjaga toko Hammer Elvera Nazar menjelaskan, Hammer jarang memberikan diskon. Untuk saat ini, menyambut bulan puasa toko menawarkan diskon hingga 37 persen dari brand Hammer. Misalnya celana didiskon hingga 25 persen, baju koko hingga 37 persen, dan barang-barang terbaru lainnya dengan diskon 37 persen.

Pemberian diskon ini, katanya berhasil menarik antusias customer. Yang biasanya membeli barang 1 pcs karena adanya diskon yang ditawarkan oleh pihak toko, maka customer tersebut merasa tertarik untuk belanja sampai Rp 3 juta. Selama bulan puasa ini ada lonjakkan pembeli sekitar 45 persen dari hari biasanya.

Ternyata bukan saja toko dan mall yang menyediakan paket diskon dan belanja murah. Pedagang kaki lima pun ikut memberikan harga lebih murah. Meski murah, jenis dan dasarnya hampir sama dengan yang dijual di toko-toko. Yang berbeda hanyalah tempat. Kalau di kaki lima tidak membayar sewa tempat, namun di toko membayar sewa tempat.

Hal ini diungkapkan salah satu pedagang kaki lima di Jalan Kompleks Rajawali Pasar Raya Padang, Dela Pamega, 21. Dia mengakui bisa menjaul murah karena dia tak menyewa tempat yang mahal. Artinya biaya operasional tak tinggi. Sehingga nilai jual bisa lebih rendah dibandingkan pedagang toko.

Seperti baju, satu helai baju dijual Rp 35 ribu sampai Rp 50 ribu. “Kita jual dengan harga yang relatif murah dan untung sedikit, tapi banyak pembeli yang tertarik, dan barang yang kita cepat laku terjual,” jelasnya. Dia tak menampik, pandangan sekelompok pembeli, lebih memilih gengsi. Karena membeli di toko kata pembeli lebih bagus dan bergengsi. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

What do you think?

Written by virgo

Tunjangan Hari Raya Allah Terlupakan

Radikalisme Menyusupi Kampus? LPI Gelar Diskusi Deradikalisasi dengan Narasumber Al Chaidar