in

Mapolres Solok Diterjang Longsor

Bupati Tetapkan Tanggap Darurat 14 Hari

Markas Kepolisian Resort Arosuka Kabupaten Solok di Lubukselasih, Nagari Batangbarus, Kecamatan Gunungtalang dihantam longsor pada Senin (4/12) sekitar pukul 00.30. Sedikitnya 5 bangunan terseret longsor tersebut, yakni kantor bhayangkari, mushala, tempat parkir kendaraan roda dua, kantin mapolres dan jalan menuju asrama, areal lapangan tembak, serta bangunan asrama.

Lokasi sepanjang sekitar 50 meter amblas, dengan kedalaman sekitar 10-20 meter. Akses jalan masuk ke Mapolres tertutup, sehingga hanya bisa melalui pintu belakang, atau menggunakan jalur khusus kendaraan kapolres. Tidak ada korban jiwa akibat bencana ini, karena sebelumnya sudah ada tanda-tanda awal akan terjadi longsor.

Kapolres Arosuka Solok, AKBP Ferry Irawan menjelaskan, dua hari lalu tepatnya pada Sabtu (2/12), terdapat retakan tanah cukup besar, terutama di mushala dan tempat parkir. Sehingga, langsung dipasang police line di area itu untuk menghindari hal-hal tak diinginkan.  

”Karena curah hujan cukup tinggi, maka pukul 00.30 terjadilah bencana (longsor) ini,” ujar perwira menengah Polri yang baru enam hari menjabat Kapolres Arosuka itu kepada Padang Ekspres, Senin (4/12).

Pihaknya lalu melakukan tindakan cepat untuk menanggulangi bencana tersebut berkoordinasi dengan pihak terkait seperti Pemkab Solok, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar, Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Solok, dan pihak terkait lainnya. 

”Ini adalah kejadian di luar batas kemampuan kita. Kita akan usahakan secepat mungkin membenahinya dan lakukan penanggulangan bencana. Kita juga berkoordinasi dengan Kapolda, Pemkab Solok, BPBD Sumbar dan pihak lainnya yang berkompeten,” jelasnya.

Terkait ancaman terhadap bangunan lain dan pembangunan asrama polres yang terletak persis di jalur longsor, Ferry mengatakan, keputusannya akan dipelajari lebih lanjut bagaimana potensi bencananya berkoordinasi dengan BPBD dan Dinas Perumahan Rakyat Kabupaten Solok. Kerugian akibat bencana itu ditaksir sekitar Rp 4 miliar. 

”Untuk nilai kerugian pastinya, kami belum mendapat perhitungan yang tepat dari pihak terkait. Yang jelas kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar tidak ada bangunan lain terkena dampak lanjutan dari musibah ini,” imbuhnya.

Namun demikian, Kapolres memastikan bencana ini tidak tidak mengurangi pelayanan kepada masyarakat. ”Proses operasional tetap berjalan seperti biasa,” tukasnya.

Bupati Solok Gusmal yang mendapat informasi bencana itu, langsung mendatangi Mapolres Arosuka Solok. Dia melihat langsung dampak musibah longsor bersama kapolres. 

Menurutnya, kawasan Kabupaten Solok bagian selatan ini memang cukup rawan terhadap bencana longsor. Pasalnya, daerah ini didominasi perbukitan yang curam dan tanah yang gembur. ”Hal ini sudah menjadi pemikiran kami di pemkab. Kita berharap kantor ini akan tetap aman karena ini tempat pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Langkah pertama yang dilakukan, kata Gusmal, meminta Dinas Perumahan untuk membuat perencanaan menyeluruh. Sehingga, dapat mengantisipasi bencana. Dengan membuat perencanaan menyeluruh dan detail desain yang sempurna untuk mengantisipasi segala dampak bencana di masa datang. 

”Terkait bantuan yang akan diberikan pemda, akan kami diskusikan terlebih dahulu dengan Pemprov Sumbar. Kami juga berharap Kapolres Arosuka berkoordinasi dengan Kapolda untuk dapat menghubungi gubernur agar terjadi sinkronisasi informasi. Tanggap darurat ditetapkan selama 14 hari,” ujarnya. 

Longsor Berpotensi Meluas

Sementara itu, Pusat Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi yang dipimpin Kasbani dalam laporan kebencanaan geologinya, menyebutkan bahwa di bulan Desember tahun ini gerakan tanah atau tanah longsor berpotensi meluas di seluruh di wilayah Indonesia. Mulai dari Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.

Wilayah Indonesia yang secara umum berpotensi tinggi dan perlu ditingkatkan kewaspadaan adalah, di daerah perbukitan, pegunungan, jalur jalan dan sepanjang aliran sungai terutama wilayah Sumatera bagian barat dan tengah. 

Dalam seminggu terakhir, longsor terjadi di 45 kabupaten dan kota di Indonesia. Di Sumbar, longsor telah terjadi di Kabupaten Solok, Pesisir Selatan, Agam dan Kota Padang.

Sedangkan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati menyebutkan, pantauan dari sistem peringatan dini siklon tropis yang diperkuat data satelit dan radar, pada 3 Desember 2017 pukul 19.00 siklon tropis Dahlia telah melemah dan menjadi depresi tropis (ex-Dahlia). 

”Meskipun bibit siklon tropis ini tidak berada di dalam area tanggung jawab pusat peringatan dini siklon tropis Jakarta. Namun, dampaknya masih signifikan terhadap wilayah Indonesia, seperti hujan terutama sebagian wilayah Aceh, Sumut dan Sumbar. Kondisi ini pun berdampak pada peningkatan gelombang hingga 4 meter, angin kencang, hujan lebat dan potensi kilat serta petir,” ujar Dwikorita saat memberikan keterangan pers, Senin (4/12).

Dalam tiga hari ke depan, lanjut Dwikorita, masih terdapat potensi cuaca ekstrem, antara lain, hujan lebat hingga sangat lebat di Aceh, Sumut, Bengkulu, Sumbar, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Jawa Timur, NTB, NTT, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara dan Papua. Sementara angin kencang lebih dari 20 knot di Sumut dan Aceh. 

Oleh karena itu, masyarakat diimbau agar mewaspadai kemungkinan hujan disertai angin yang dapat memicu pohon maupun baliho tumbang, serta waspada kenaikan tinggi gelombang. ”Untuk seminggu ke depan, potensi hujan lebat secara umum di Aceh, Sumut, Bengkulu, Sumbar, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Jawa Timur, NTB, NTT, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara dan Papua,” jelasnya. (*) 

LOGIN untuk mengomentari.

What do you think?

Written by Julliana Elora

Berharap Desember Lebih Terkendali

Sukses Merevitalisasi Alutsista TNI AU