in

NGERI, Pasutri di Subulussalam Temukan Kerangka Manusia Dalam Sumur

PROHABA.CO — Sepasang suami istri di Kota Subulussalam menemukan kerangka manusia saat sedang membersihkan sumur tua rumahnya di Desa Suak Jampak, Kecamatan Rundeng.

Kapolres Subulussalam AKBP Yhogi Hadisetiawan, SIK, MIK yang dikkonfirmasi Serambinews.com melalui Kapolsek Rundeng Iptu Fajar Harapan Tumangger Sabtu (12/8/2023) membenarkan peristiwa penemuan kerangka manusia di wilayah hukumnya.

Menurut Kapolsek Fajar Harapan, peristiwa penemuan kerangka manusia itu terjadi di RT 1 Dusun Suka Maju, Desa Suak Jampak, Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam.

Kronologi kejadian bermula ketika sepasang suami istri yakni Muhamad Isa (48) dan Sariadi Wati (35) ingin membersihkan sumur tua di sekitar rumahnya, Kamis (10/8/2023).

Pasangan ini sedang membersihkan sumur berdiameter 80 cm X 2,5 meter tersebut sekitar pukul 16.00 WIB dengan agar dapat menggunakan airnya untuk kebutuhan rumah tangga.

Nah, saat sedang menggali dan membersihkan sumur tersebut Muhammad Isa menemukan tulang tengkorak kepala manusia dan atas temuannya langsung menghubungi kaur pembagunan Desa Suak Jampak Iman Saifulllah.

Laporan seterusnya disampaikan ke aparat Kepolisian Sektor Rundeng. Selanjutnya, Jumat (11/8/2023) sekitar pukul 09.30 WIB personel Polsek Rundeng tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Setiba di RT 1 Dusun Suka Maju Desa Suak Jampak, Kecamatan Rundeng, tim Polsek Rundeng melakukan olah TKP.

Kepolisian kembali melakukan penggalian sumur dengan mengumpulkan tukang belulang yang ditemukan didalam sumur yang berdiameter 80 cm dengan kedalaman 2,5 meter itu.

Walhasil, kepolisian menemukan sejumlah tulang belulang atau kerangka lainnya di dalam sumur tersebut.

Proses penggalian dan pengumpulan tulang belulang manusia ini melibatkan sejumlah personel Polsek Rundeng, perangkat Desa Suak Jampak dan warga sekitar lokasi

Polisi menduga kerangka manusia yang ditemukan dalam sumur warga di di RT 1 Dusun Suka Maju, Desa Suak Jampak, Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam kemungkinan korban konflik.

Dugaan kerangka manusia temuan tersebut kemungkinan korban konflik karena dalam kurun waktu 2005-2023 tidak ada kasus kehilangan anggota keluarga dan dugaan tindak pidana pembunuhan.

Kesimpulan sementara itu berdasarkan hasil penyelidikan kepolisian dan keterangan para saksi maupun warga sekitar. Warga menduga kuat kerangka tersebut adalah korban konflik tahun 2000-an.

What do you think?

Written by Julliana Elora

Sekretaris Fraksi Partai Golkar Fahrie Adianto Gelar  Lomba Bidar Layar Mini

PWI Kabupaten Solok Dipimpin Wartawan Harian Rakyat Sumbar, Ia Diingatkan Soal UKW