in

Penambang Pasir dan Nelayan Beralih Jadi Pelaku Usaha

OBJEK WISATA: Warga Desa Busung yang menjadi pelaku usaha di objek wisata Desa Busung, Senin (2/1). f-jendaras karloan/tanjungpinang pos

Menangkap Peluang Usaha di Objek Wisata Gurun Pasir 

Objek wisata gurun pasir Desa Busung, Seri Kuala Lobam, Bintan sedang naik daun. Peluang usaha muncul dan ditangkap masyarakat setempat. Masyarakat desa yang umumnya bekerja sebagai nelayan dan penambang pasir, kini beralih sebagai pelaku usaha di objek wisata itu. 

Tanjunguban – Sektor pariwisata di Pulau Bintan terus bergerak maju. Jika kebanyakan objek wisata dimonopoli perusahaan-perusahaan besar.

Kini, masyarakat juga mengerakkan objek-objek wisata tempatan, diantaranya objek wisata gurun pasir di Desa Busung dan wisata hutan mangrove di Desa Penaga, Kecamatan Telukbintan. Peluang-peluang usaha bermunculan di tengah kondisi ekonomi yang lesu.

Dampak pariwisata meningkat, tidak hanya dari menjual objek wisatanya saja. Tapi, mulai muncul pelaku-pelaku usaha baru yang menjual makanan dan minuman serta berbagai jasa lainnya memberikan peluang ekonomi yang besar untuk kesejahteraan masyarakat.

Seperti Mirawati yang membuka usaha kecil jasa pariwisata. Meski usahanya masih kecil-kecilan, namun apa yang dilakukannya cukup membuka lapangan pekerjaan, sehingga para pemuda dan lulusan sarjana pun tidak melulu berebut untuk menjadi tenaga honorer, melainkan menjadi pelaku usaha kecil.

”Bintan saat ini dengan dunia pariwisata yang meningkat tajam, pastinya akan membuka peluang usaha apapun. Tinggal bagaimana saja kita jeli melihatnya dan mau untuk berusaha dan bekerja keras,” sebutnya.

Saat ini, ia bahkan sudah mempekerjaan rekan-rekannya dengan penghasilan yang lumayan dan di atas gaji honorer.

Meski demikian ia berharap semua anak muda di Bintan melihat peluang ekonomi ini menjadi salah satu pekerjaan dan tumpuan hidup yang cukup menjanjikan.

Milfa, warga Desa Busung mengatakan, dampak ekonomi pariwisata ini juga cukup dirasakan oleh warganya. Meski tidak semua, namun saat ini beberapa nelayan dan penambang pasir rakyat mulai beralih menjadi pelaku usaha di objek wisata yang ada.

”Banyak di sini masyarakat kami yang bekerja menjadi pelaku usaha, seperti berjualan makanan, minuman, jasa parkir hingga jasa permainan di objek wisata. Mereka itu banyak yang dari nelayan dan penambang pasir yang beralih pekerjaan,” sebutnya.

Dikatakannya, alih pekerjaan tersebut cukup baik dan memberikan kontribusi pendapatan yang lebih baik. Jika sebelum-nya menambang pasir dengan sekop paling banyak memberikan penghasilan Rp 80 ribu hingga Rp 100 ribu. Kini mereka dapat lebih dari itu, meskipun tidak banyak sekali.

”Kalau nambang itu bisa hari ini dapat, bisa 2 atau 3 hari tidak dapat penghasilan. Kalau di sini mereka ada saja, tamu ramai dan apa saja dapat mereka jual ke tamu,” sebutnya.

Seperti nelayan juga, sambungnya, nelayan yang tua dan renta juga banyak beralih pekerjaan.

Jika melaut sedang sulit, mereka menjadi pedagang atau penyedia jasa permainan dan hiburan di objek wisata. Penghasilannya pun lebih baik dari nelayan.

”Kami percaya ini dapat lebih baik dengan berkembangnya sektor pariwisata. Meski tidak langsung besar dan menyejahterakan seluruh masyarakat, tetapi jika terus berkembang dan masyarakat terus berusaha bersama, maka pasti sektor pariwisata dapat menjadi tumpuan hidup,” sebutnya. (jendaras karloan)

What do you think?

Written by virgo

Ada BUMDes Pertanian di Desa Bukit Langkap

30 Dilantik, 10 Nonjob