in

Sepuluh Mitos Seputar Gigi yang Salah Kaprah

Kebersihan mulut dan kesehatan gigi sangat penting. Sebenarnya, sejak kecil, anak-anak telah diajarkan bagaimana membersihkan gigi. Namun, masih banyak mitos seputar kesehatan gigi yang salah kaprah sehingga orang pun malas menjaga kesehatan gigi atau kurang telaten dalam merawatnya. 

Dilansir dari Bright Side, berikut 10 mitos tersebut:

Gula adalah musuh terbesar gigi
Sebenarnya, yang harus disalahkan adalah bakteria jahat yang memproduksi asam yang menyebabkan gigi berlubang. 

Sisa karbohidrat dalam gigi adalah makanan untuk bakteri ini. Gula termasuk dalam kategori karbohidrat. Begitu juga makanan sehat atau sereal yang kita makan dan tersisa atau menempel di gigi. 

Calon ibu dilarang ke dokter gigi
Malah sebaliknya, jika ada peradangan dalam gigi berlobang saat sedang hamil, itu seharusnya dengan cepat dicopot. Ketakutan utama para calon ibu ini adalah sakit dari pengobatan ini dapat mempengaruhi janin bayi.

Padahal, sejalan dengan perkembangan jaman, penelitian modern mengindikasi keamanan prosedur bius lokal. Namun, saat berkonsultasi, beritahu dokter gigi dalam keadaan hamil.

Hindari perbaikan gigi susu 
Gigi susu sering memiliki enamel yang tipis dan sebagai hasilnya kurang dilindungi dari bakteria. Lubang di gigi susu dapat menyebabkan peradangan purulen yang akan membahayakan gigi permanen. 

Butuh bulu sikat keras agar gigi bersih
Sebenarnya, gigi juga bersih dengan sikat gigi halus. Beberapa dokter gigi merekomendasi untuk menggunakan sikat gigi halus agar tidak melukai gusi dan merusak enamel. 

Hal yang harus diikuti adalah mengikuti peraturan sederhana tentang menyikat gigi seperti menyikat gigi dua kali sehari dan mengganti sikat gigi setiap 3 atau 4 bulan. 

Gunakan tusuk gigi setelah makan
Gunakan benang gigi setelah makan karena menggunakan tusuk gigi bisa melukai gusi. 

Semakin sering sikat, semakin sehat gigi
Terlalu sering menyikat gigi dapat membuat enamel rusak dan penyakit gigi karena daya kikis dari odol. Sebaiknya membersihkan gigi berlubang dengan obat kumur di antara jadual sikat gigi pagi dan malam hari. 

Gigi nyeri berarti gigi berlubang
Padahal, tidak selalu gigi nyeri adalah indikasi gigi berlubang. Ada banyak alasan yang muncul dari gigi nyeri. Bisa saja karena gigi sensitif, peradangan syaraf gigi atau gusi. 

Masalah gigi tidak selalu berasal dari gigi berlubang. Bisa juga karena sinusitis. Dan, itu harus diperiksa ke dokter yang lebih tahu penyebabnya.

Jika tambalan copot, gigi tak perlu dibor lagi, cukup tambal ulang.
Tambal gigi dibuat dari bahan yang dapat diandalkan dan tidak mudah copot. Yang kerap jadi penyebab lepasnya tambalan gigi karena perkembangan lubang di bawah tambalan dan kerusakan jaringan gigi. 

Gigi bungsu harus dicopot
Ketika gigi bungsu tumbuh sempurna dan sehat, tidak ada alasan untuk mencopotnya.

Gigi harus disikat setelah sarapan pagi
Pendapat ini sempat beredar di antara dokter gigi. Namun, sekarang orang lebih menyukai menyikat gigi sebelum sarapan.

Saat tidur, air liur mengalir pelan dan ini menjadi penyebab mengapa bakteri dan plak berakumulasi di mulut pada malam hari. Jika kamu tidak menggosok gigi sebelum sarapan, semua itu akan masuk ke perut.

LOGIN untuk mengomentari.

What do you think?

Written by virgo

Tips Menjaga Kehidupan Pribadi di Media Sosial

Satu Kemenangan Lagi Chelsea Ukir Sejarah