in

Tips Menjaga Kehidupan Pribadi di Media Sosial

Perempuan memang tidak pernah luput untuk mengunggah segala sesuatu ke akun media sosial milik mereka. Segala macam bentuk ekspresi dari kata-kata hingga foto akan mewarnai akun pribadi mereka. Tentu saja, kegiatan-kegiatan mereka merambah soal kehidupan pribadi. Beragam hal yang dapat diketahui soal seseorang dari akun media sosial seperti identitas pribadi, teman-teman, aktifitas dan lokasi tempat dia berada.

Dilansir dari thoughtco, sejumlah hal itu dinilai membahayakan mereka. Setiap orang dengan mudah dapat mengetahui informasi pribadi seseorang melalui media sosial. Hal itu juga mengundang para stalker mencari informasi keberadaan dan identitas mereka. Centers for Disease Control menemukan, setidaknya 1 dari 6 perempuan merasa dikuntit seumur hidupnya karena akun di media sosial. Untuk menjaga keamanan diri sendiri dalam dunia internet, seseorang pun harus memperhatikan hal di bawah ini.

Tidak ada ranah pribadi

Seseorang akan mengunggah beragam hal yang menjadi ekspresi mereka kala itu. Unggahan itu bisa berupa sejumlah kata-kata yang terangkai dalam kalimat hingga foto dan video. Namun, seseorang pun dapat dengan cepat menghapus unggahan mereka ketika dirasa tidak nyaman. Meski mereka merasa telah menghapus jejak, tetapi hal itu justru keliru. 

Seseorang dapat dengan mudah menangkap apa yang sudah diunggah oleh para pengguna akun. Peneliti menilai, tidak ada hal yang bersifat pribadi di dunia internet karena apa yang sudah diunggah dapat dengan mudah disalin dan disimpan di komputer orang lain.

Jangan sembarangan

Setiap pengguna akun sosial media memang akan selalu mengikuti perkembangan terbaru seperti Twitter. Bercuit dengan 140 karakter memang begitu digemari oleh penggila internet.

Meski demikian, tidak boleh salah ucap di twitter. Menurut blog Library of Congres, pemerintah menyalin salinan tweet setiap penggunanya sejak awal mereka gunakan. Twitter memproses lebih dari 50 juta tweet setiap hari. Bahkan, para ahli memprediksi informasi akan dicari dan digunakan dengan cara yang tidak dapat dibayangkan.

Lindungi keluarga

Beberapa perempuan memang memiliki lebih dari satu akun. Biasanya, hal itu dimanfaatkan untuk pekerjaan dan sebagai akun pribadi.

Untuk itu, perempuan dihimbau supaya tidak mengunggah hal-hal yang menyinggung keluarga mereka. Menggunakan akun media sosial secara bijak dapat dilakukan dengan tidak mengunggah nama pasangan, anak, saudara, orang tua. Selain itu, seseorang juga boleh meminta supaya dirinya tidak ditandai dalam kegiatan atau foto yang mungkin mengungkapkan rincian pribadi.

Unggahan ulang tahun

Bukan hal yang aneh ketika akun media sosial meminta keterangan soal ulang tahun seseorang. Meski demikian, ternyata hal itu dapat membahayakan.

Seseorang diharapkan untuk tidak membeberkan tahun kelahiran ketika mengisi data ulang tahun. Mereka hanya dianjurkan untuk mengisi bulan dan tanggal. Tahun hari lahir dinilai dapat memberikan kesempatan untuk hacker mencuri identitas seseorang.

Perhatikan pertemanan

Seseorang diimbau untuk tidak menerima ajakan pertemanan dari akun yang tidak dikenalnya. Meskipun akun tersebut memiliki sejumlah akun yang berteman dengan Anda bukan berarti dapat menjadi pertimbangan yang baik untuk diterima.

Dalam banyak kalangan profesional, seorang hacker bisa mendapatkan satu teman yang dapat dimanfaatkan untuk meretas. Biasanya, mereka berpikir seseorang yang tidak dikenal dapat dianggap sebagai rekan kerja yang tidak dikenal atau rekan yang pernah berjumpa sesekali.

Unggah lokasi

Para perempuan memang senang mengunggah lokasi tempat mereka berada. Biasanya, mereka ingin memamerkan sesuatu kepada para pengikutnya di akun media sosial supaya terlihat berkelas dan sebagainya.

Meski demikian, hal tersebut ternyata membahayakan nyawa mereka. Seorang hacker dapat dengan mudah memantau keberadaaan mereka melalui unggahan itu. Selain itu, alamat yang mereka miliki juga dapat disalahgunakan oleh orang lain. 

LOGIN untuk mengomentari.

What do you think?

Written by virgo

Leony Aurora dan Riry Silalahi, Bahu-membahu di Gerakan Hutan Itu Indonesia

Sepuluh Mitos Seputar Gigi yang Salah Kaprah