in

Dua Jembatan Hanyut, Tiga Rumah Rusak, Sawah-Kebun Tertimbun Lumpur di Malampah

Curah hujan yang tinggi sejak siang, Rabu (22/2/2023) memicu aliran Sungai Batang Tapa Nagari Malampah Barat meluap. Dua jembatan dilaporkan rubuh dan hanyut dihantam luapan air, 3 rumah rusak, sementara 15 hektare lahan pertanian sawah dan kebun jagung terendam banjir bercampur lumpur pekat.

Kapolsek Tigo Nagari, Iptu. Syafrizal didampingi Babinkamtibmas Malampah, Bripka Ibnu Hajar menyebutkan bahwa bencana itu terjadi berawal sekitae pukul 15.15 WIB.

“Bunyi gemuruh dari sungai Batang Tapa, sempat membuat warga Kampung Rawang dan Kampung Tabek di sepanjang aliran Batang Tapa takut dan berlarian ke luar rumah. Saat itu aliran Batang Tapa sudah membesar membawa material lumpur dan bongkahan tunggul kayu,” jelas Kapolsek.

Ketakutan warga cukup beralasan. Pasalnya, satu tahun lalu, tepatnya 25 Februari 2022,  kawasan Malampah Kecamatan Tigo Nagari luluhlantak diguncang gempa hebat dan  membawa dampak cukup dahsyat terhadap warga. Ribuan rumah hancur dan belasan nyawa melayang saat itu.

Sekretaris Kabupaten Pasaman Mara Ondak didampingi Kalaksa BPBD Alim Bazar serta  Kepala Dinas PU dan Kadis Kominfo turun ke lokasi meninjau sejumlah titik terdampak banjir bandang.

Dua unit jembatan, masing-masing jembatan darurat sepanjang 17 meter di kampung Rawang dan jembatan Kampung Tabek Nagari Malampah Barat sepanjang 15 meter, hanyut tersapu banjir bandang.

Sementara tiga unit rumah rusak dan 15 hektare lahan pertanian sawah dan kebun jagung warga rusak digenangi banjir dan tertimbun material lumpur.

Sekda Pasaman Mara Ondak meninjau lokasi banji bandang di kawasan Malampah.

Kepada aparat nagari dan warga setempat, Sekda mengimbau agar masyarakat yang bermukim di sepanjang daerah aliran Sungai Batang Tapa tetap waspada. Sebagai antisipasi datangnya banjir susulan, mengingat curah hujan masih memgguyur kawasan Malampah.

“Kita mengimbau warga tetap waspada, dan bagi warga yang merasa khawatir dianjurkan bermalam di rumah saudaranya yang jauh dari bantaran sungai,” kata Mara Ondak.

Pantauan di lokasi bencana malam ini, terlihat aliran listrik mati. Namun suasana sudah mulai kondusif. “Pihak PLN Lubuk Sikaping sudah kita hubungi malam ini, guna melakukan penanganan segera. Sementara dampak kerusakan physik jembatan sudah langsung disurvei Kadis PU dan Kabid Bina Marga. Sedangkan aparat teknis Dinas Pertanian besok pagi akan turun ke lokasi guna menghitung kerusakan lahan pertanian masyarakat,” jelas Mara Ondak dalam keterangan yang disampaikan Kadis Kominfo Pasaman Budi Hermawan, Rabu (22/2/2023) malam.

Bupati Pasaman Benny Utama yang tengah perjalanan pulang dari Musrenbang Kecamatan Rao Utara melalui telepon selularnya mengimbau warga tetap tenang.

“BPBD Pasaman tetap stanby malam ini di Malampah, guna memantau perkembangan situasi. Jembatan yang putus akan kita tangani segera, agar mobilisasi barang dan orang ke lokasi tetap bisa diakses,” ujar bupati.(rel)

What do you think?

Written by Julliana Elora

Menpora Baru Harus Sosok yang Berpengalaman

Dua WNI Tewas dan 85 WNI Lainnya Siap Dipulangkan