in

Fenomena Equinox

Musim pancaroba akan bergulir sebentar lagi. Perubahan musim hujan ke musim kemarau menandai kondisi cuaca telah berubah. Otomatis suhu udara akan mengalami perubahan dari dingin menjadi panas. Fenomena Equinox  yang sekarang lagi heboh tidak menjadi masalah besar bila memahami lebih detail apa yang terjadi dan bagaimana cara mengatasi suhu udara yang terlalu panas.

Equinox adalah salah satu fenomena astronomi dengan keberadaan matahari yang melintasi garis khatulistiwa. Secara periodik, fenomena tersebut akan berlangsung sebanyak dua kali dalam setahun yaitu pada 21-23 Maret dan 22-23 September.

Di wilayah Sumbar, fenomena ini akan melintasi tiga kabupaten, yakni Kabupaten Limapuluh Kota, Pasaman, dan Pasaman Barat. Matahari mulai kontak dengan garis khatulistiwa pada 20 Maret 2017 mulai pukul 10:51 dan mulai meninggalkan garis khatulistiwa pada 21 Maret 2017 pukul 16:39. Kondisi cuaca itu tak perlu dikhawatirkan karena suhu udara maksimum yang terjadi berdasarkan data historis hanya 36 derajat celsius. 

Kepala Sub-Bidang Informasi Meteorologi BMKG Hary Tirto Djatmiko mengatakan Equinox bukan merupakan fenomena seperti Heatwave yang terjadi di Afrika dan Timur Tengah yang dapat mengakibatkan peningkatan suhu udara secara besar dan bertahan lama. 

Menyikapi hal ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak perlu mengkhawatirkan dampak dari equinox sebagaimana disebutkan dalam isu yang berkembang. Secara umum kondisi cuaca di wilayah Indonesia cenderung masih lembap/basah.

Meskipun demikian, agar terhindar dari suhu udara yang panasnya menyengat, masyarakat untuk tetap di dalam rumah (dalam gedung) untuk rentang waktu jam 12:00 -15:00. Hal ini dimaksudkan agar terhindar dari suhu udara yang panas.

Kemudian, menghindari dehidrasi akibat suhu panas dengan mengkonsumsi air minum sesuai kebutuhan, lakukan mandi bila memang terlalu gerah. Memperbanyak konsumsi buah dan sayur serta bila memungkinkan lakukan pendinginan suhu rumah/ kantor dengan menaruh beberapa bak/ember di setiap ruang untuk menjaga kelembaban udara. Bila terpaksa gunakan pelindung diri baik pelindung kulit (lotion) maupun payung.

Secara umum, kondisi cuaca di wilayah Indonesia cenderung masih lembab, apalagi di beberapa wilayah Indonesia sedang memasuki masa pancaroba.
Meski demikian, masyarakat sebaiknya tetap mengantisipasi kondisi cuaca yang cukup panas dengan meningkatkan daya tahan tubuh, serta tetap menjaga kesehatan keluarga dan lingkungan. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

What do you think?

Written by virgo

Elia: Siap Dipecat Jika Melenceng

Usut Peran Kaki Tangan Akil Mochtar, KPK Panggil Panitera MK